Sebelum mengenal kamu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menggantungkan harap lagi pada apa yang orang sebut cinta.
Berusaha untuk tetap bangkit walau sudah dijatuhkan berkali - kali.
Berdamai pada masa lalu, yang bagiku itu kelabu.
Sebelum mengenal kamu, aku mencoba untuk lebih berhati - hati dalam menjatuhkan hati.
Sampai aku bertemu kamu...........
Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku mau menjatuhkan lagi hatiku yang pernah patah untuk kamu.
Aku mau membuka hati untuk kamu, walau aku sendiri pun tahu luka yang lalu masih sangat membekas.
Kamu yang meyakinkan dan membuat aku lupa aku pernah begitu terluka.
Kamu yang mencoba menutup dengan rapat, bekas luka masa lalu ku.
Kamu yang berjanji untuk berusaha tetap denganku apapun yang terjadi.
Kamu sendiri yang berjanji bahwa bersamamu, aku akan bahagia dan tak pernah patah hati.
Kamu berkata bahwa aku lah orang pertama yang kamu ceritakan tentang masa lalu mu.
Bersamaku, kamu merasa tidak ada hal yang harus kamu sembunyikan dari ku.
Kamu tanamkan padaku, mimpi yang begitu indah.
Sampai akhirnya, aku tersadar ternyata tuhan punya rencana.
Aku kira, kamu berbeda.
Aku kira kamu tak sama.
Tapi ternyata, kamu sama saja.
Kamu tetap lah seseorang pemuja janji namun tidak ditepati.
Aku kira, hanya aku.
Tapi ternyata, banyak hati yang ingin kamu singgahi.
Aku kira, aku rumah paling nyaman untuk kamu pulang. Tapi ternyata, ada rumah yang lebih nyaman yang membuat kamu lupa jalan pulang.
Jika kamu hanya ingin singgah lalu pergi, jangan pernah bersikap seolah aku yang selalu kamu nanti.
Jika kamu hanya ingin sekadar menetap lalu hilang, jangan jadi kan aku sebagai pelarian.
Pelarian ketika kamu mendapatkan yang menurutmu lebih baik, aku kamu tinggalkan.
Jangan bersikap seolah hanya aku, jika untuk menjelaskan siapa kita saja kamu tidak tahu.
Aku tak butuh penjelasan siapa aku bagimu.
Yang aku tahu, kamu jahat.
Tuhan baik, memberikan aku pertanda bahwa kamu bukan yang terbaik.
Jika menurut kamu wanita itu lebih baik, maka pergi lah!
Lupakan segala kisah tentang kita, yang menurutmu tak pernah terjadi apa-apa.
Aku pun, tak bisa memberi hati kepada seseorang yang pandai menyakiti.
Pergilah, kejar apa yang menurutmu paling baik dan paling sempurna.
Maaf, aku tidak bisa menjadi wanita sempurna seperti yang kamu mau.
Anggap semua tentang kita tak pernah ada dan tak pernah menjadi cerita.
Selamat berbahagia,
Dariku, untuk seseorang yang pernah membuat bahagia lalu pergi tanpa sadar telah menancapkan luka.
Semoga kamu bahagia.
