Friday, 9 November 2018

Luka Baru

Berulang kali aku patah hati.
Berkali - kali aku jatuh hati.
Tapi, menurutku kali ini yang benar - benar sakit hati.

Mengapa?

Saat aku percaya, kamu berbeda.
Saat aku menggantungkan semua harapan ku pada kamu.
Saat aku yakin kamu adalah tulang rusuk ku.
Saat aku tahu semua tentang kebiasaanmu sampai hal terkecil pun.
Saat orangtuaku setuju.

Ketika itu juga, semua harapanku runtuh.

Jadi, bisakah kamu jelaskan bagaimana bisa kamu memberi aku harapan, memberi aku perhatian, memberi aku impian, memberi aku kenangan dan pada saat itu juga kamu sedang dijodohkan?

Kamu mau mempermainkan? Atau kamu memang sedang mencari pelarian?

Kamu tega.

Jadi, bisakah kamu jelaskan apa maksud dari semua yang kamu lakukan pada ku?

Perhatian itu, harapan itu, impian itu. Apa itu caramu mempermainkan aku?

Luka masa lalu ku belum sembuh, lalu kamu menambah luka baru.

Kalau memang dari awal kamu tidak pernah menjadikan ku tujuan, jangan pernah bersikap seolah aku yang kamu inginkan.

Kalau kamu pada akhirnya hanya ingin bermain lalu meninggalkan, jangan jadikan aku sebagai pelarian.

Kalau kamu hanya ingin bersenang-senang lalu pergi, jangan biarkan aku mengetahui semua tentang kamu.

Karena, ketika kamu pergi. Kebiasaan kamu, dan semua tentang kamu sulit untuk tidak aku ingat lagi.

Mengapa dari awal kamu tidak jujur saja, bahwa kamu sudah dipasangkan dengan wanita lain. Sehingga aku bisa mundur perlahan tanpa rasa sakit yang begitu mendalam.

Mengapa aku tahu ketika semua apa yang sudah kita rencanakan hanya tinggal kita jalankan.

Kamu hebat, bisa menutup ini begitu rapat.

Teruntuk wanita pilihanmu itu, pilihan terbaik menurut orangtua mu.

Aku hanya meminta dia menjaga kamu seutuhnya dan belajar mencintai kebiasaan mu sepenuhnya.

Aku hanya bisa meminta, semoga kalian bahagia.

Semoga luka hati ku perlahan menutup dengan sendiri nya.

Selamat bahagia, dari aku yang selalu mendoakanmu dari kejauhan.





Saturday, 25 August 2018

Tentang seseorang

Sebelum mengenal kamu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menggantungkan harap lagi pada apa yang orang sebut cinta.

Berusaha untuk tetap bangkit walau sudah dijatuhkan berkali - kali.

Berdamai pada masa lalu, yang bagiku itu kelabu.

Sebelum mengenal kamu, aku mencoba untuk lebih berhati - hati dalam menjatuhkan hati.

Sampai aku bertemu kamu...........

Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku mau menjatuhkan lagi hatiku yang pernah patah untuk kamu.

Aku mau membuka hati untuk kamu, walau aku sendiri pun tahu luka yang lalu masih sangat membekas.

Kamu yang meyakinkan dan membuat aku lupa aku pernah begitu terluka.

Kamu yang mencoba menutup dengan rapat, bekas luka masa lalu ku.

Kamu yang berjanji untuk berusaha tetap denganku apapun yang terjadi.

Kamu sendiri yang berjanji bahwa bersamamu, aku akan bahagia dan tak pernah patah hati.

Kamu berkata bahwa aku lah orang pertama yang kamu ceritakan tentang masa lalu mu.

Bersamaku, kamu merasa tidak ada hal yang harus kamu sembunyikan dari ku.

Kamu tanamkan padaku, mimpi yang begitu indah.

Sampai akhirnya, aku tersadar ternyata tuhan punya rencana.

Aku kira, kamu berbeda.
Aku kira kamu tak sama.

Tapi ternyata, kamu sama saja.

Kamu tetap lah seseorang pemuja janji namun tidak ditepati.

Aku kira, hanya aku.
Tapi ternyata, banyak hati yang ingin kamu singgahi.

Aku kira, aku rumah paling nyaman untuk kamu pulang. Tapi ternyata, ada rumah yang lebih nyaman yang membuat kamu lupa jalan pulang.

Jika kamu hanya ingin singgah lalu pergi, jangan pernah bersikap seolah aku yang selalu kamu nanti.

Jika kamu hanya ingin sekadar menetap lalu hilang, jangan jadi kan aku sebagai pelarian.

Pelarian ketika kamu mendapatkan yang menurutmu lebih baik, aku kamu tinggalkan.

Jangan bersikap seolah hanya aku, jika untuk menjelaskan siapa kita saja kamu tidak tahu.

Aku tak butuh penjelasan siapa aku bagimu.

Yang aku tahu, kamu jahat.

Tuhan baik, memberikan aku pertanda bahwa kamu bukan yang terbaik.

Jika menurut kamu wanita itu lebih baik, maka pergi lah!

Lupakan segala kisah tentang kita, yang menurutmu tak pernah terjadi apa-apa.

Aku pun, tak bisa memberi hati kepada seseorang yang pandai menyakiti.

Pergilah, kejar apa yang menurutmu paling baik dan paling sempurna.

Maaf, aku tidak bisa menjadi wanita sempurna seperti yang kamu mau.

Anggap semua tentang kita tak pernah ada dan tak pernah menjadi cerita.

Selamat berbahagia,

Dariku, untuk seseorang yang pernah membuat bahagia lalu pergi tanpa sadar telah menancapkan luka.

Semoga kamu bahagia.

Sunday, 29 July 2018

Bolehkah?

Jika aku tahu ternyata mencintaimu sesakit ini, aku lebih memilih untuk menjauh sebelum terlalu jauh.

Jika saja aku tahu mencintaimu serumit ini, aku lebih memilih pergi sejak jauh-jauh hari.

Apakah sajak yang selama ini aku tuliskan untukmu belum sempat kamu pahami? Atau belum sempat kamu baca?

Karena semua yang kutulis adalah tentangmu maka jangan pernah tanyakan lagi seberapa besar aku cinta kamu.

Alasan aku masih tetap cinta walau kamu mencoba menghindar adalah karena kamu terlalu sempurna untuk aku sebut cinta.

Kamu mungkin bisa saja kusentuh, namun hatimu belum tentu.

Apa aku boleh tahu wanita mana yang beruntung membuatmu lupa bahwa aku masih setia? Wanita mana yang beruntung mendapatkan hati yang selama ini kunanti.

Bolehkah aku menemuinya untuk meminta kamu? Bolehkah aku bertukar rupa atau bertukar kepribadian dengannya?

Sebentar saja, bukan untuk apa-apa. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai kamu, bagaimana rasanya tak perlu berjuang mati-matian untuk mendapatkan hatimu.

Ingin tahu bagaimana rasanya dicintai tanpa harus berkorban.

Kamu mungkin tak akan pernah paham dan mengerti mengapa aku masih bertahan sejauh ini.

Asal kamu tahu, ini lebih dari sekedar patah hati.

Masih bolehkah aku mencintaimu seperti ini?

Masih sudikah kamu memberikan senyum itu untukku? Sungguh, aku ingin pergi saja! Aku ingin lupa saja, aku ingin menjauh saja.

Aku tak suka begini, ini sudah terlalu sakit untukku. Tapi, ketika aku pergi jangan pernah mencari lagi.

Mengapa kamu selalu membuatku lupa kalau kamu hanya sementara, aku tak tahu majas mana lagi yang dapat aku gunakan untuk menceritakan kamu, aku takut tuhan cemburu.

Masih boleh kah aku berharap disaat apa yang aku harap tak akan pernah terjadi? Semua harapanku, semua doa ku, semua nya tentang kamu.

Apa kamu pernah merasa doa ku sampai ke kamu? Aku tak pernah tahu sampai kapan aku memujamu kalau setiap melihatmu saja aku masih tetap terpaku.

Entah kamu yang terlalu memukau atau aku yang terlalu berlebihan.

Jadi apa yang seharusnya aku lakukan? bertahan dengan pengabaian, memberanikan diri untuk mengungkapkan atau pergi dengan cinta yang tetap tersimpan?

About Me

My photo
You never know if you never try.