Wednesday, 4 December 2019

Tetaplah menetap

Dulu, aku pernah tinggal pada sebuah tubuh yang aku kira teduh, yang kuharapkan utuh dan ku harap bisa membuat luka ku sembuh.

Namun, tubuh itu lepas begitu saja. Lepas landas jua dan buat kecewa. Tak terhitung sudah berapa banyak patah yang buat aku hampir menyerah.

Kini, aku memberanikan diri lagi memulai hidup untuk merapat pada tubuh baru yang lebih teduh dan nyaman sebab aku dipertemukan tanpa sebuah pencarian.

Senyumnya kini menjadi candu rindu, suara nya dan tawa nya selalu megiringi hariku. Selepas sujud ku, kini namamu selalu kubawa beriringan dengan aamiin yang lebih panjang dari biasanya.

Untuk kamu yang kini menjadi cita dan tuju ku, aku mohon untuk menetaplah lebih lama dari hari-hari yang kamu miliki. Temani aku untuk melewati ganjil serta genap dalam hidupku, biarkan kita tetap saling mencintai setiap hal yang kita benci dari diri kita masing-masing.

Untukmu, yang sedang ada dalam pelukan. Tetaplah menjadi pelukan paling nyaman untuk aku pulang dan menetap.

-psm-

Friday, 9 November 2018

Luka Baru

Berulang kali aku patah hati.
Berkali - kali aku jatuh hati.
Tapi, menurutku kali ini yang benar - benar sakit hati.

Mengapa?

Saat aku percaya, kamu berbeda.
Saat aku menggantungkan semua harapan ku pada kamu.
Saat aku yakin kamu adalah tulang rusuk ku.
Saat aku tahu semua tentang kebiasaanmu sampai hal terkecil pun.
Saat orangtuaku setuju.

Ketika itu juga, semua harapanku runtuh.

Jadi, bisakah kamu jelaskan bagaimana bisa kamu memberi aku harapan, memberi aku perhatian, memberi aku impian, memberi aku kenangan dan pada saat itu juga kamu sedang dijodohkan?

Kamu mau mempermainkan? Atau kamu memang sedang mencari pelarian?

Kamu tega.

Jadi, bisakah kamu jelaskan apa maksud dari semua yang kamu lakukan pada ku?

Perhatian itu, harapan itu, impian itu. Apa itu caramu mempermainkan aku?

Luka masa lalu ku belum sembuh, lalu kamu menambah luka baru.

Kalau memang dari awal kamu tidak pernah menjadikan ku tujuan, jangan pernah bersikap seolah aku yang kamu inginkan.

Kalau kamu pada akhirnya hanya ingin bermain lalu meninggalkan, jangan jadikan aku sebagai pelarian.

Kalau kamu hanya ingin bersenang-senang lalu pergi, jangan biarkan aku mengetahui semua tentang kamu.

Karena, ketika kamu pergi. Kebiasaan kamu, dan semua tentang kamu sulit untuk tidak aku ingat lagi.

Mengapa dari awal kamu tidak jujur saja, bahwa kamu sudah dipasangkan dengan wanita lain. Sehingga aku bisa mundur perlahan tanpa rasa sakit yang begitu mendalam.

Mengapa aku tahu ketika semua apa yang sudah kita rencanakan hanya tinggal kita jalankan.

Kamu hebat, bisa menutup ini begitu rapat.

Teruntuk wanita pilihanmu itu, pilihan terbaik menurut orangtua mu.

Aku hanya meminta dia menjaga kamu seutuhnya dan belajar mencintai kebiasaan mu sepenuhnya.

Aku hanya bisa meminta, semoga kalian bahagia.

Semoga luka hati ku perlahan menutup dengan sendiri nya.

Selamat bahagia, dari aku yang selalu mendoakanmu dari kejauhan.





Saturday, 25 August 2018

Tentang seseorang

Sebelum mengenal kamu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menggantungkan harap lagi pada apa yang orang sebut cinta.

Berusaha untuk tetap bangkit walau sudah dijatuhkan berkali - kali.

Berdamai pada masa lalu, yang bagiku itu kelabu.

Sebelum mengenal kamu, aku mencoba untuk lebih berhati - hati dalam menjatuhkan hati.

Sampai aku bertemu kamu...........

Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa aku mau menjatuhkan lagi hatiku yang pernah patah untuk kamu.

Aku mau membuka hati untuk kamu, walau aku sendiri pun tahu luka yang lalu masih sangat membekas.

Kamu yang meyakinkan dan membuat aku lupa aku pernah begitu terluka.

Kamu yang mencoba menutup dengan rapat, bekas luka masa lalu ku.

Kamu yang berjanji untuk berusaha tetap denganku apapun yang terjadi.

Kamu sendiri yang berjanji bahwa bersamamu, aku akan bahagia dan tak pernah patah hati.

Kamu berkata bahwa aku lah orang pertama yang kamu ceritakan tentang masa lalu mu.

Bersamaku, kamu merasa tidak ada hal yang harus kamu sembunyikan dari ku.

Kamu tanamkan padaku, mimpi yang begitu indah.

Sampai akhirnya, aku tersadar ternyata tuhan punya rencana.

Aku kira, kamu berbeda.
Aku kira kamu tak sama.

Tapi ternyata, kamu sama saja.

Kamu tetap lah seseorang pemuja janji namun tidak ditepati.

Aku kira, hanya aku.
Tapi ternyata, banyak hati yang ingin kamu singgahi.

Aku kira, aku rumah paling nyaman untuk kamu pulang. Tapi ternyata, ada rumah yang lebih nyaman yang membuat kamu lupa jalan pulang.

Jika kamu hanya ingin singgah lalu pergi, jangan pernah bersikap seolah aku yang selalu kamu nanti.

Jika kamu hanya ingin sekadar menetap lalu hilang, jangan jadi kan aku sebagai pelarian.

Pelarian ketika kamu mendapatkan yang menurutmu lebih baik, aku kamu tinggalkan.

Jangan bersikap seolah hanya aku, jika untuk menjelaskan siapa kita saja kamu tidak tahu.

Aku tak butuh penjelasan siapa aku bagimu.

Yang aku tahu, kamu jahat.

Tuhan baik, memberikan aku pertanda bahwa kamu bukan yang terbaik.

Jika menurut kamu wanita itu lebih baik, maka pergi lah!

Lupakan segala kisah tentang kita, yang menurutmu tak pernah terjadi apa-apa.

Aku pun, tak bisa memberi hati kepada seseorang yang pandai menyakiti.

Pergilah, kejar apa yang menurutmu paling baik dan paling sempurna.

Maaf, aku tidak bisa menjadi wanita sempurna seperti yang kamu mau.

Anggap semua tentang kita tak pernah ada dan tak pernah menjadi cerita.

Selamat berbahagia,

Dariku, untuk seseorang yang pernah membuat bahagia lalu pergi tanpa sadar telah menancapkan luka.

Semoga kamu bahagia.

Sunday, 29 July 2018

Bolehkah?

Jika aku tahu ternyata mencintaimu sesakit ini, aku lebih memilih untuk menjauh sebelum terlalu jauh.

Jika saja aku tahu mencintaimu serumit ini, aku lebih memilih pergi sejak jauh-jauh hari.

Apakah sajak yang selama ini aku tuliskan untukmu belum sempat kamu pahami? Atau belum sempat kamu baca?

Karena semua yang kutulis adalah tentangmu maka jangan pernah tanyakan lagi seberapa besar aku cinta kamu.

Alasan aku masih tetap cinta walau kamu mencoba menghindar adalah karena kamu terlalu sempurna untuk aku sebut cinta.

Kamu mungkin bisa saja kusentuh, namun hatimu belum tentu.

Apa aku boleh tahu wanita mana yang beruntung membuatmu lupa bahwa aku masih setia? Wanita mana yang beruntung mendapatkan hati yang selama ini kunanti.

Bolehkah aku menemuinya untuk meminta kamu? Bolehkah aku bertukar rupa atau bertukar kepribadian dengannya?

Sebentar saja, bukan untuk apa-apa. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai kamu, bagaimana rasanya tak perlu berjuang mati-matian untuk mendapatkan hatimu.

Ingin tahu bagaimana rasanya dicintai tanpa harus berkorban.

Kamu mungkin tak akan pernah paham dan mengerti mengapa aku masih bertahan sejauh ini.

Asal kamu tahu, ini lebih dari sekedar patah hati.

Masih bolehkah aku mencintaimu seperti ini?

Masih sudikah kamu memberikan senyum itu untukku? Sungguh, aku ingin pergi saja! Aku ingin lupa saja, aku ingin menjauh saja.

Aku tak suka begini, ini sudah terlalu sakit untukku. Tapi, ketika aku pergi jangan pernah mencari lagi.

Mengapa kamu selalu membuatku lupa kalau kamu hanya sementara, aku tak tahu majas mana lagi yang dapat aku gunakan untuk menceritakan kamu, aku takut tuhan cemburu.

Masih boleh kah aku berharap disaat apa yang aku harap tak akan pernah terjadi? Semua harapanku, semua doa ku, semua nya tentang kamu.

Apa kamu pernah merasa doa ku sampai ke kamu? Aku tak pernah tahu sampai kapan aku memujamu kalau setiap melihatmu saja aku masih tetap terpaku.

Entah kamu yang terlalu memukau atau aku yang terlalu berlebihan.

Jadi apa yang seharusnya aku lakukan? bertahan dengan pengabaian, memberanikan diri untuk mengungkapkan atau pergi dengan cinta yang tetap tersimpan?

Tuesday, 14 February 2017

Hati-hati jatuh hati (lagi)

Semenjak kamu lukai, aku jadi lupa bagaimana membahagiakan diriku sendiri. Aku lebih mencintai kamu daripada mencintai diriku sendiri. Jadi ketika kamu pergi,aku begitu patah hati.

Kamu ada lalu tiba-tiba tiada.
Aku sudah terlanjur memberikan cinta.
Tapi kamu pergi dengan menyisakan luka.
Kamu pikir aku baik-baik saja.
Nyatanya aku begitu terluka.

Kamu dengan seenak hati pergi tanpa permisi.
Sungguh, ini begitu membuatku sakit hati.
Lain kali, aku tidak akan dengan mudah percaya lagi.
Percaya pada cinta yang belum pasti.
Aku berjanji akan lebih berhati-hati.


Setelah disakiti kamu.
Aku justru berterimakasih padamu.
Bukan karena cinta yang kamu beri untukku.
Tapi karena luka yang kamu beri untukku.

Sekarang, apa kabarmu?
Apa masih baik-baik saja seperti dulu?
Masih sering menyakiti lalu pergi?
Masih sering pergi dan tak pernah kembali lagi?


Semoga kamu baik-baik saja.
Semoga kamu bahagia, dengan tetap memberikan luka kepada wanita.
Semoga kamu cepat mendapat karma.
Karena sudah menyakiti banyak hati wanita.


Kamu ingat siapa yang masih setia bersamamu saat orang lain meninggalkanmu?
Kamu ingat siapa yang membelamu saat orang lain tak percaya padamu?
Siapa yang tetap setia dan bertahan dengan dingin nya kamu.
Siapa yang masih tetap memperjuangkan meski kamu tak pernah mengharapkanku.



Aku rindu ketika kamu sedih, kamu mencariku.
Aku rindu ketika kamu sakit hati kamu datang padaku.
Aku rindu ketika kamu meminta bantuanku.
Aku rindu semua tentang kamu.
Aku rindu menjadi pelampiasan hatimu.


Kini, ketika kamu pergi.
Mengapa aku begitu patah hati?
Padahal kamu sudah terlalu menyakiti.
Aku tak paham dengan hatiku.
Padahal kamu begitu jahat memperlakukanku.
Tapi aku masih tetap saja mencintaimu.



Pesanku satu.
Jangan perlakukan wanita lain sepertiku.
Cukup aku.
Karena ketika banyak wanita yang sakit hati karenamu.
Karma akan datang padamu.
Aku tidak berharap kamu merasakan sakit hati sepertiku.
Aku hanya ingin kamu sadar bahwa cinta ku berbeda.



Semoga kamu cepat mengerti, apa itu cinta sejati.
Tapi ketika kamu menyadari.
Ternyata cinta sejatimu sudah pergi dari jauh-jauh hari.
Dan aku tak akan pernah kembali.
Sekalipun kamu memintaku untuk bersama mu lagi.
Karena sakit hati ini.
Tidak akan mudah terobati.
Sekalipun kamu memohon dan memintaku kembali.

Saturday, 17 September 2016

Selamat ulang tahun, sahabatku!

Hai sahabat, apa kabar mu? Aku harap kamu selalu baik-baik saja ya. Aku ingat, aku masih ingat hari ulangtahun mu. Aku ingin mengucapkan selamat atas bertambahnya usiamu, maaf bila aku menjadi yang paling terlambat mengucapkan tetapi itu semua karena aku ingin menjadi yang terakhir walau aku bukan yang pertama.

Aku mungkin bukan orang pertama yang selalu ada untukmu. Tetapi, aku berjanji untuk selalu menjadi sahabatmu sampai akhir. Maaf juga bila aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu, tetapi aku selalu mencoba menjadi yang selalu mendoakan mu.

Aku bukan sahabat yang romantis, aku paham betul bagaimana kita tumbuh menjadi wanita dewasa bersama-sama. Bagaimana kita menangis bersama dan bangkit lagi bersama. Mungkin, aku tidak bisa selalu hadir di setiap ulang tahunmu. Tetapi aku akan selalu hadir ketika kamu membutuhkanku.

Sudah 2 tahun kita tidak merayakan ulang tahun bersama-sama ya? Rasanya aku rindu 2 tahun lalu ketika merayakan ulangtahun mu. Ulang tahun sederhana yang hanya bisa aku berikan untukmu. Kini, kamu sudah menginjak 20. Aku harap, sikapmu juga menunjukkan bahwa kamu sudah lebih dewasa dari yang aku kenal sebelumnya. Bukan kamu yang manja lagi, bukan kamu yang keras kepala, bukan kamu yang selalu mengeluh.

Aku harap kamu bisa menjadi wanita yang menginspirasi banyak orang, termasuk aku. Aku bangga padamu, kamu sudah membuktikan dan mewujudkan mimpi mu. Kamu si keras kepala yang pantang menyerah, kamu si ambisius yang selalu berusaha. Bagaimanapun sikap mu, entah itu baik atau buruk yang pasti aku selalu menyayangimu.

Aku harap ucapanku ini bisa menjadi hadiah kecil untukmu. Aku ingin kita bisa selalu melengkapi kekurangan kita, kita harus mengejar impian kita masing-masing. Memang, kita tidak bisa seperti dulu. Yang tidak perlu mengatur waktu jika ingin bertemu, yang selalu bersama kemanapun kita pergi. Sekarang, semuanya sudah berbeda.

Pesanku satu, luangkan waktu untuk sahabat mu ini. Luangkan waktu untuk hanya sekedar bercengkerama mengenang masa lalu, karena aku rindu hal itu. Sahabat, pesanku selalu sama. Jangan pernah menjadi arogan jika suatu saat nanti kamu berhasil mewujudkan semua mimpi-mimpimu.

Jangan pernah lupa ada aku yang selalu mendukung kamu, mendukung semua mimpi-mimpi mu. Semoga selamanya kita akan selalu menjadi sahabat, sampai nanti aku akan ceritakan pada anak-anak ku bahwa aku pernah memiliki sahabat sepertimu. Sahabat sejati.





Selamat ulang tahun, semoga Allah selalu melindungimu.



Dari sahabat dan penggemarmu nomor 1.

Aku sayang kamu.

Friday, 24 June 2016

Cukup sampai sini

Hari ini aku sedih, aku menangis, aku terluka, aku jatuh sejatuh-jatuhnya. Aku yang dua tahun belakangan ini berjuang untuk mempertahankan pengabaian, aku yang berjuang tanpa tahu harus berhenti kapan dan dimana. Aku yang menunggu tanpa pernah kamu tahu. Aku yang mencintai tanpa pernah dicintai balik. Aku yang menjaga hati agar tak ada orang lain masuk selain kamu, aku semuanya! Semuanya aku yang melakukan! Tetapi dua tahun aku rasa sudah cukup, cukup untuk semua hal yang aku lakukan dengan bodoh.

Hari ini, akhirnya aku tahu siapa sebenarnya pemilik hatimu. Siapa yang sebenarnya ada di hatimu, siapa yang kamu cintai. Aku tahu! Bukan aku tak ikhlas, hanya saja orang itu datang dengan seenaknya dan menghancurkan semua pertahanan ku. Menghancurhan semua harapan dan cinta ku. Dia, yang dengan singkat dapat membuatmu cinta sedangkan aku dengan waktu lama sama sekali tak pernah kamu lihat. Kalian bahagia sekarang? Tentu! Aku? Bagaimanapun hancurnya perasaanku aku harus tetap ikut berbahagia.

Dia yang membuatmu jatuh hati, dia adalah teman. Ya temanku. Teman dekat? Bisa jadi. Yang membuat aku semakin sakit adalah kenapa harus dia? Dia yang ku kenal. Setidaknya jika bukan dia aku tidak akan separah ini. Dia bercerita kebahagiaan kalian denganku, aku terpaksa harus menutupi rasa ini padamu. Aku tidak ingin dia tahu. Aku terpaksa tak mengatakan bahwa aku juga mencintaimu. Aku harus dengan terpaksa ikut berbahagia dan tersenyum, namun ini lebih dari sekedar patah hati.

Cukup sampai hari ini, aku tak mau semakin sakit lagi. Aku hanya ingin menitipkan kamu dengan dia, mungkin tuhan benar. Aku tak cukup pantas untuk menjagamu maka tuhan datangkan dia untuk menggantiku. Harusnya dari awal aku tidak sebodoh ini, karena mau aku berjuang sampai matipun kamu tidak akan pernah mencintaiku. Aku hanya sampah di hidupmu, aku hanya pengganggu keseharianmu. Aku bodoh! Aku tolol! Menghabiskan waktu hanya untuk kamu yang sama sekali tak pernah peduli. Jatuh cinta pada orang yang bahkan aku tidak tahu warna matanya. Dan akhirnya, tuhan mengirim dia. Agar aku tersadar dari segala mimpi buruk ini, agar aku bangkit dan melupakan semua tentang kamu.

Terimakasih sekali karena kamu pernah menjadi senyum penyemangat aku setiap pagi. Terimakasih karena kamu yang telah membuat aku mengerti bahwa cinta adalah ikut bahagia walau kamu bukan bahagia karenaku. Ikhlas karena harus melepas kamu dengan teman ku sendiri. Menerima kalau kamu memang tak akan pernah menjadi milikku. Air mata ini mungkin hanya simbol dari rasa luka yang aku rasa. Tapi aku yakin dan memastikan bahwa air mata ini tidak akan terus menerus menangisimu. Cukup sampai di sini. Cukup untuk menanti dan cukup untuk mencintai.

Doa ku selalu untuk kebahagiaanmu, kebahagiaan kalian berdua. Selamat! Semoga penggantimu nanti bisa membuat aku lupa bahwa aku pernah mencintaimu sedalam ini dan pernah patah hati sampai sesakit ini. Terimakasih :)

About Me

My photo
You never know if you never try.