Sunday, 23 February 2014

BODOH!



Semua yang aku jalanin itu rasa nya hambar. Kenapa? Karena gak ada kamu di sisi aku,karena kamu bukan milik aku.
Aku udah pernah coba buat lepasin kamu dari hidup aku,tapi aku ga bisa. Aku belum bisa. Dan aku gak yakin aku bisa.
Padahal nyata nya,kamu itu ga pernah nengok ke arah aku.
Aku udah kasih semua rasa sayang aku buat kamu,ngasih apa yang aku punya dan bisa aku kasih.
Ngasih kebahagiaan aku buat kamu,ngasih keceriaan aku buat kamu,ngasih segalanya.
Sampe aku lupa rasanya bahagia dan ceria.
Ini masih kurang? Kurang apa? Aku kurang cantik? Aku kurang baik? Aku kurang sempurna?
Aku ga bisa jadi sesuatu yang sempurna karena aku manusia.
Aku cuma bisa ngasih cinta sempurna buat kamu yang belum tentu orang lain punya.
Siapa yang nampung kesedihan kamu saat kamu di bikin sedih sama pacar kamu?
Siapa yang siap bikin kamu ketawa lagi?
Siapa yang bisa kamu datengin di saat kamu sedih?
Siapa yang bisa kamu tinggalin di saat kamu bahagia?
AKU!
Dia bisa apa? Cuma bisa ngambek karena masalah sepele.
Cuman bisa bikin aku cemburu.
Cuman bisa bikin kamu repot karena tingkah nya.
Tapi kenapa kamu lebih sayang dia?
Aku berjuang mati-matian buat bikin kamu ketawa dan nyaman sama aku.
Aku berusaha jadi yang terbaik.
Sampe aku ngorbanin kebahagiaan dan airmata aku buat kamu.
Buat nangisin kamu yang ga pernah ngerti sakit nya jadi aku.
Aku bodoh.
Iya,bodoh!
Bodoh karena cuman terpaku sama kamu,padahal kamu bukan siapa-siapa aku.
Bodoh karena udah ngeluarin banyak airmata buat sesuatu yang gak harusnya di tangisin.
Kamu bisa gak liat aku di belakang kamu?
Dukung kamu dari belakang,doain kamu dari jauh.
Mengagumi kamu,mencintai kamu, tapi diam-diam.
Kamu gak akan ngerti rasa sakit nya jadi aku.
Aku mau bilang aku cinta kamu tapi aku takut,takut bikin sakit hati yang lain.
Takut kamu ga bales,takut kamu malah menjauh pergi.
Mencintai itu sakit,karena aku mencintai sendirian.
Tolong jelasin ke aku apa yang bisa bikin kamu sayang sama dia?.
Tolong kasihtau aku seberapa besar rasa sayang dia sama kamu.
Coba bandingin sama rasa sayang yang aku punya.
Aku gak ngerti ini benar-benar cinta atau ketertarikan sesaat.
Tapi yang aku tahu ketertarikan sesaat itu ga akan berkorban sampai sejauh ini.
Sampai titik ini,titik hampir lelah namun enggan untuk melepaskan.
Aku gak masalah kamu abaikan,asalkan aku masih bisa lihat kamu senyum dan bahagia.
Itu udah cukup,lebih dari cukup!
Aku ga pernah bilang kamu jahat atau apapun. Karena aku tahu aku yang  bodoh.
Kamu mana tahu aku sayang kamu,karena aku yang gak mau bilang.
Biarin aja mau airmata aku habis karena kamu aku ga perduli kalo itu bisa bikin kamu bahagia. Aku rela!
Aku gamau munafik,aku benci sama pacar kamu. Aku benci!
Kenapa selalu dia yang jadi persinggahan bahagia kamu?
Kenapa selalu dia yang kamu sebut-sebut di depan ku?
Kenapa bisa dia yang selalu kamu utamakan?
Kenapa harus dia yang airmata nya selalu kamu hapuskan?
Kenapa harus dia yang bisa ngerasain di cintai sama kamu? Kenapa? Kenapa bukan aku?
Padahal aku yang sudah banyak berkorban buat kamu.
Ngeliat kamu sama dia bikin aku sakit,bikin aku mau nyerah cinta sama kamu.
Aku belajar senyum di depan kamu,belajar buat bilang gapapa di depan kamu dan orang lain.
Belajar nahan airmata karena ga mau liat orang-orang ikutan sedih.
Tapi lama kelamaan,aku ngerasa pertahanan aku mulai goyang.
Mulai rapuh dan hancur,aku gak tau kenapa.
Mungkin karena aku lelah memperjuangkan dan bertahan sendirian.
Aku gak tahu benar nama nya di cintai,aku hanya tahu mencintai.
Mencintai dalam diam,mencintai kamu!
Aku tahu ini bukan kebetulan,karena tuhan yang menakdirkan.
Jangan tunggu sampai aku lelah sayang,jangan tunggu sampai aku pergi.
Karena aku gak akan bisa nerima kamu ketika kamu kembali lagi.
Karena nanti nya ketika kamu kembali aku udah bahagia hidup tanpa kamu dan berhasil melepaskan kamu.
Tapi nanti nya kamu harus tau kalo kamu akan tetap jadi orang yang (pernah) mengisi hati aku.
Mengisi hari-hari ku dan mengisi kehidupanku.
Karena kamu akan tetap jadi bagian terdalam sisi hati aku,walaupun aku ga pernah jadi bagian dari hidup kamu.





Thursday, 20 February 2014

apa kabar?


            Hai,apa kabar kamu yang disana? Apakah masih tetap dengan kamu yang dulu? Kamu yang dulu aku cinta hingga saat ini,kamu yang selalu aku inginkan hingga kini. Kabar ku? Masih sama,sama seperti dulu. Ya! Masih mencintaimu,aku masih menunggu mu hingga kau tahu rasaku. Entah sampai kapan,walaupun kini kita sudah mulai menjauh namun hatiku tidak akan pernah benar-benar jauh darimu. 
         Oh iya,aku tak pernah lupa mendoakanmu,walaupun mendoakanmu dari kejauhan namun aku tahu tuhan pasti mendengar. Bagi ku kamu itu abu abu yang tak pernah jelas akan menjadi terang atau gelap,kamu itu semu yang hanya dapat aku impikan dan tak akan dapat aku miliki. Sejujurnya,aku cemburu dengan setiap wanita yang mendekatimu,tapi aku mengerti aku itu bukan apa-apa bagimu dan bukan siapa-siapa untukmu. Dan aku pun tak ada hak sama sekali untuk cemburu. 
       Mungkin jika hati ku bisa berbicara dia akan berkata dan berteriak dia lelah,lelah menunggu sebuah kepastian dan harapan yang tak pernah ku dapatkan. Aku mencoba mematikan rasa ku terhadap mu namun tak tahu mengapa aku selalu gagal. Dari mu aku tahu rasanya mencintai,rasanya sakit hati,dan rasanya menunggu sesuatu yang tak pernah pasti. Aku bertahan,namun kebanyakan aku bertahan dengan tangisan,aku hanya memohon pada mu kembalikan senyuman ku yang kau renggut dengan sekejap,kambalikan keceriaanku dan kebahagiaanku yang kau rampas tanpa memikirkan perasaanku. 
      Tolong hentikan tangis ku karena mu,tolong hentikan air mataku karena mencintaimu. Tolong berikan aku sedikit ruang cinta di hatimu untukku,untuk ku dapat merasakan bagaimana namanya mencintai dan dicintai. Untuk aku merasakan apa itu bahagia,aku seseorang yang selalu mencintaimu,tetap mencintaimu dan akan tetap terus mencintaiku :)

Monday, 3 February 2014

Semu

                      Bagiku,kamu itu semu. Kamu itu abu-abu. Bagaimana aku bisa lupa kamu kalau kamu seperti bayangan di bawah kaki ku yang selalu mengikutiku kemanapun aku berlalu. Cinta aku satu,untuk kamu. Tapi kamu tak pernah tahu. Jangan  beri aku kenangan jika kamu tak ingin mengingatnya,jangan beri aku harapan jika kamu tak ingin di perjuangkan. Bukan aku tak mau usaha memperjuangkan kamu,tapi karena aku merasa tidak pantas. Aku mencoba memperjuangkan tapi kamu tidak mengharapkan. Apa bisa aku sebut ini cinta? Cinta seperti apa ini? Ketika hanya satu yang memperjuangkan. Karena jika cinta bukan hanya satu yang maju,tapi keduanya mencoba maju. Bahagia itu sederhana,saat aku melihat kamu tersenyum walaupun senyummu bukan karena ku. Sesederhana melihat kebahagiaanmu walaupun bahagia mu bukan bersama ku. Sungguh! Aku benar-benar tidak pantas jika pernah bermimpi bisa bersama kamu. Itu mimpi yang tinggi sekali,hingga aku lupa diri. Sampai aku lupa kau abaikan. Berhentilah membayangiku,aku tak mau selalu kamu di otak ku. Aku coba melepasmu walau aku tahu aku tak akan mampu. Dan andai engkau tahu,aku mencintai mu sampai aku berhenti mencintaimu. Bahagialah cinta,karena cinta sejati selalu mengerti apa itu cinta sendiri.

Titik jenuh

               Cinta itu memaksa,memaksa untuk tetap mencintai walau tak di cintai. Memaksa untuk bertahan walau tak dipertahankan. Memaksa untuk melepas walaupun harus terhempas. Kamu bukan aku,aku yang selalu memberi mu semua yang aku punya. Kamu tak tahu rasanya jadi aku,bagaimana di posisi ku. Kamu boleh menyakitiku,kamu bebas kemana kamu mau. Aku tak pernah melarangmu. 

Pergilah dariku ketika kamu bahagia,tapi kembali padaku ketika kamu terluka. Aku selalu ada disini,untukmu. Menampung luka mu dan menampung kesedihanmu. Sampai nantinya aku menemukan titik jenuh,titik dimana aku menyerah ketika kau abaikan. Titik dimana aku harus pergi karena kamu tak pernah kembali lagi. Cinta yang memaksaku berdiri disini,sendiri! Tapi kamu tak pernah berpaling ke arahku. Kamu harus tahu aku nunggu kamu,nunggu kamu terluka dan kembali ke aku. Nunggu kamu sampai aku kelelahan dan nyaris merelakan. Aku tak pernah mengerti kenapa harus kamu,kamu yang aku cintai.

 Hm,entah sudah berapa banyak airmata yang aku teteskan dan aku tetap bertahan. Bertahan pada sesuatu yang tak akan menjadi kenyataan. Tunggu aku sampai aku jenuh! Sampai hatiku benar-benar lumpuh. Sampai tak ada lagi airmata yang ku teteskan karena kamu. Sampai aku sadar bahwa kita di pertemukan bukan untuk disatukan,tetapi hanya untuk menjadi impian. Aku mengerti cinta mu tak akan ku miliki. Dari mu,aku belajar arti mencintai dengan ketulusan,dari mu juga aku mengerti arti merelakan. Terimakasih cinta,telah mengajarkan ku arti cinta,cinta tanpa memiliki.

Dalam diam

                Pertemuan ini,tiba-tiba mengingatkan aku pada sesuatu. Sesuatu yang tak mungkin aku raih,yaitu kamu. Aku tahu pertemuan ini bukan aku yang mau,karena hanya menimbulkan luka baru. Tuhan yang tahu apa arti ini semua,apa arti aku di pertemukan denganmu. Aku? Hanya bisa menunggu. 

Nyatanya,lagi-lagi kamu sama. Sama seperti kenyataanku yang dulu. Kamu,yang hanya dapat aku cintai dalam diam. Aku tak pernah berharap kamu membalasku,karena aku tahu semua tak akan seperti yang kumau. Asal kamu tahu,jatuh cinta diam-diam itu menyiksaku. Karena aku hanya dapat mencintaimu dalam diam,dalam kenyataan yang nyatanya memang kelam. 

Aku dan kamu itu seperti pungguk mencintai sang bulan,pantaskah? Tuhan tahu aku memujamu,memujamu lebih dari apapun. Bahagiamu ya bahagiaku,lukamu juga lukaku. Tapi,cintamu bukan untuk aku. Terkadang,aku merasa jatuh cinta sendiri membuatku perlahan lelah dan nyaris hampir menyerah. Aku tahu,tak semua cinta itu butuh balasan dan butuh alasan,tak semua! Apa yang aku punya sudah cukup indah menurutku,aku tak mau berharap lebih. Aku selalu mencoba berharap sewajar yang aku bisa walaupun itu sulit. Karena jatuh dari ketinggian itu sakit. Semua orang mungkin paham bagaimana rasanya mencintai dan dicintai,namun yang harus orang-orang tahu adalah hanya orang-orang hebat yang tahu bagaimana rasanya jatuh cinta dalam diam itu,meski itu harus membunuhmu secara perlahan-lahan.

Kamu yang memilih pergi dan tak kembali

                   Aku tidak pernah mengerti apa arti cinta sendiri,mungkin sendiri memperjuangkan atau sendiri bertahan. Aku hanya mengerti bagaimana aku mencintai dengan hati,walaupun terkadang cinta itu harus pergi. Kamu datang membawa bahagia,kamu datang membawa sejuta keindahan. Tahukah kamu? Aku terlena untuk sesaat,aku buta untuk sementara. Entah apa arti dari semua ini. 

Namun,saat aku mulai menjatuhkan seluruh harapan ku,seluruh kebahagiaan ku,seluruh tawa ku,dan saat aku menganggapmu segalanya, kamu pergi. Pergi dengan membawa semua yang aku punya. Cinta,harapan,keindahan,kebahagiaan kau renggut dengan begitu saja. Kini,hanya luka yang ada. Hanya bekas dan sisa kebahagiaan yang kau tinggalkan. Hanya kenangan yang tersisa. 

Kau tahu hatiku seperti apa? Seperti kertas yang terbakar hangus menjadi abu. Kau tahu perih nya seperti apa? Seperti melukai dirimu sendiri dengan sayatan benda tajam. Kamu bahkan tak ingat lagi kenangan kita dulu,bahkan aku juga tak yakin kamu masih menyimpan rasa untukku. 

Kamu,yang memilih pergi dan tak pernah kembali. Kamu,yang datang dan pergi tanpa permisi. Kamu hebat! Sungguh hebat. Aku hanya ingin kamu kembalikan semua keceriaanku,kebahagiaanku. Ketika tak pernah sama sekali mengenalmu. Bisakah kamu kembalikan aku ke masa lalu? Ke masa aku dan kamu tak pernah bersatu. J

About Me

My photo
You never know if you never try.