Pertemuan
ini,tiba-tiba mengingatkan aku pada sesuatu. Sesuatu yang tak mungkin aku
raih,yaitu kamu. Aku tahu pertemuan ini bukan aku yang mau,karena hanya
menimbulkan luka baru. Tuhan yang tahu apa arti ini semua,apa arti aku di
pertemukan denganmu. Aku? Hanya bisa menunggu.
Nyatanya,lagi-lagi kamu sama.
Sama seperti kenyataanku yang dulu. Kamu,yang hanya dapat aku cintai dalam
diam. Aku tak pernah berharap kamu membalasku,karena aku tahu semua tak akan
seperti yang kumau. Asal kamu tahu,jatuh cinta diam-diam itu menyiksaku. Karena
aku hanya dapat mencintaimu dalam diam,dalam kenyataan yang nyatanya memang
kelam.
Aku dan kamu itu seperti pungguk mencintai sang bulan,pantaskah? Tuhan
tahu aku memujamu,memujamu lebih dari apapun. Bahagiamu ya bahagiaku,lukamu
juga lukaku. Tapi,cintamu bukan untuk aku. Terkadang,aku merasa jatuh cinta
sendiri membuatku perlahan lelah dan nyaris hampir menyerah. Aku tahu,tak semua
cinta itu butuh balasan dan butuh alasan,tak semua! Apa yang aku punya sudah
cukup indah menurutku,aku tak mau berharap lebih. Aku selalu mencoba berharap
sewajar yang aku bisa walaupun itu sulit. Karena jatuh dari ketinggian itu
sakit. Semua orang mungkin paham bagaimana rasanya mencintai dan dicintai,namun
yang harus orang-orang tahu adalah hanya orang-orang hebat yang tahu bagaimana
rasanya jatuh cinta dalam diam itu,meski itu harus membunuhmu secara
perlahan-lahan.

No comments:
Post a Comment