Hai sahabat, apa kabar mu? Aku harap kamu selalu baik-baik saja ya. Aku ingat, aku masih ingat hari ulangtahun mu. Aku ingin mengucapkan selamat atas bertambahnya usiamu, maaf bila aku menjadi yang paling terlambat mengucapkan tetapi itu semua karena aku ingin menjadi yang terakhir walau aku bukan yang pertama.
Aku mungkin bukan orang pertama yang selalu ada untukmu. Tetapi, aku berjanji untuk selalu menjadi sahabatmu sampai akhir. Maaf juga bila aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu, tetapi aku selalu mencoba menjadi yang selalu mendoakan mu.
Aku bukan sahabat yang romantis, aku paham betul bagaimana kita tumbuh menjadi wanita dewasa bersama-sama. Bagaimana kita menangis bersama dan bangkit lagi bersama. Mungkin, aku tidak bisa selalu hadir di setiap ulang tahunmu. Tetapi aku akan selalu hadir ketika kamu membutuhkanku.
Sudah 2 tahun kita tidak merayakan ulang tahun bersama-sama ya? Rasanya aku rindu 2 tahun lalu ketika merayakan ulangtahun mu. Ulang tahun sederhana yang hanya bisa aku berikan untukmu. Kini, kamu sudah menginjak 20. Aku harap, sikapmu juga menunjukkan bahwa kamu sudah lebih dewasa dari yang aku kenal sebelumnya. Bukan kamu yang manja lagi, bukan kamu yang keras kepala, bukan kamu yang selalu mengeluh.
Aku harap kamu bisa menjadi wanita yang menginspirasi banyak orang, termasuk aku. Aku bangga padamu, kamu sudah membuktikan dan mewujudkan mimpi mu. Kamu si keras kepala yang pantang menyerah, kamu si ambisius yang selalu berusaha. Bagaimanapun sikap mu, entah itu baik atau buruk yang pasti aku selalu menyayangimu.
Aku harap ucapanku ini bisa menjadi hadiah kecil untukmu. Aku ingin kita bisa selalu melengkapi kekurangan kita, kita harus mengejar impian kita masing-masing. Memang, kita tidak bisa seperti dulu. Yang tidak perlu mengatur waktu jika ingin bertemu, yang selalu bersama kemanapun kita pergi. Sekarang, semuanya sudah berbeda.
Pesanku satu, luangkan waktu untuk sahabat mu ini. Luangkan waktu untuk hanya sekedar bercengkerama mengenang masa lalu, karena aku rindu hal itu. Sahabat, pesanku selalu sama. Jangan pernah menjadi arogan jika suatu saat nanti kamu berhasil mewujudkan semua mimpi-mimpimu.
Jangan pernah lupa ada aku yang selalu mendukung kamu, mendukung semua mimpi-mimpi mu. Semoga selamanya kita akan selalu menjadi sahabat, sampai nanti aku akan ceritakan pada anak-anak ku bahwa aku pernah memiliki sahabat sepertimu. Sahabat sejati.
Selamat ulang tahun, semoga Allah selalu melindungimu.
Dari sahabat dan penggemarmu nomor 1.
Aku sayang kamu.
Apa yang kutulis dan apa yang kalian baca tidak semua tentangku. Bisa jadi itu tentangmu, kan?
Saturday, 17 September 2016
Friday, 24 June 2016
Cukup sampai sini
Hari ini aku sedih, aku menangis, aku terluka, aku jatuh sejatuh-jatuhnya. Aku yang dua tahun belakangan ini berjuang untuk mempertahankan pengabaian, aku yang berjuang tanpa tahu harus berhenti kapan dan dimana. Aku yang menunggu tanpa pernah kamu tahu. Aku yang mencintai tanpa pernah dicintai balik. Aku yang menjaga hati agar tak ada orang lain masuk selain kamu, aku semuanya! Semuanya aku yang melakukan! Tetapi dua tahun aku rasa sudah cukup, cukup untuk semua hal yang aku lakukan dengan bodoh.
Hari ini, akhirnya aku tahu siapa sebenarnya pemilik hatimu. Siapa yang sebenarnya ada di hatimu, siapa yang kamu cintai. Aku tahu! Bukan aku tak ikhlas, hanya saja orang itu datang dengan seenaknya dan menghancurkan semua pertahanan ku. Menghancurhan semua harapan dan cinta ku. Dia, yang dengan singkat dapat membuatmu cinta sedangkan aku dengan waktu lama sama sekali tak pernah kamu lihat. Kalian bahagia sekarang? Tentu! Aku? Bagaimanapun hancurnya perasaanku aku harus tetap ikut berbahagia.
Dia yang membuatmu jatuh hati, dia adalah teman. Ya temanku. Teman dekat? Bisa jadi. Yang membuat aku semakin sakit adalah kenapa harus dia? Dia yang ku kenal. Setidaknya jika bukan dia aku tidak akan separah ini. Dia bercerita kebahagiaan kalian denganku, aku terpaksa harus menutupi rasa ini padamu. Aku tidak ingin dia tahu. Aku terpaksa tak mengatakan bahwa aku juga mencintaimu. Aku harus dengan terpaksa ikut berbahagia dan tersenyum, namun ini lebih dari sekedar patah hati.
Cukup sampai hari ini, aku tak mau semakin sakit lagi. Aku hanya ingin menitipkan kamu dengan dia, mungkin tuhan benar. Aku tak cukup pantas untuk menjagamu maka tuhan datangkan dia untuk menggantiku. Harusnya dari awal aku tidak sebodoh ini, karena mau aku berjuang sampai matipun kamu tidak akan pernah mencintaiku. Aku hanya sampah di hidupmu, aku hanya pengganggu keseharianmu. Aku bodoh! Aku tolol! Menghabiskan waktu hanya untuk kamu yang sama sekali tak pernah peduli. Jatuh cinta pada orang yang bahkan aku tidak tahu warna matanya. Dan akhirnya, tuhan mengirim dia. Agar aku tersadar dari segala mimpi buruk ini, agar aku bangkit dan melupakan semua tentang kamu.
Terimakasih sekali karena kamu pernah menjadi senyum penyemangat aku setiap pagi. Terimakasih karena kamu yang telah membuat aku mengerti bahwa cinta adalah ikut bahagia walau kamu bukan bahagia karenaku. Ikhlas karena harus melepas kamu dengan teman ku sendiri. Menerima kalau kamu memang tak akan pernah menjadi milikku. Air mata ini mungkin hanya simbol dari rasa luka yang aku rasa. Tapi aku yakin dan memastikan bahwa air mata ini tidak akan terus menerus menangisimu. Cukup sampai di sini. Cukup untuk menanti dan cukup untuk mencintai.
Doa ku selalu untuk kebahagiaanmu, kebahagiaan kalian berdua. Selamat! Semoga penggantimu nanti bisa membuat aku lupa bahwa aku pernah mencintaimu sedalam ini dan pernah patah hati sampai sesakit ini. Terimakasih :)
Hari ini, akhirnya aku tahu siapa sebenarnya pemilik hatimu. Siapa yang sebenarnya ada di hatimu, siapa yang kamu cintai. Aku tahu! Bukan aku tak ikhlas, hanya saja orang itu datang dengan seenaknya dan menghancurkan semua pertahanan ku. Menghancurhan semua harapan dan cinta ku. Dia, yang dengan singkat dapat membuatmu cinta sedangkan aku dengan waktu lama sama sekali tak pernah kamu lihat. Kalian bahagia sekarang? Tentu! Aku? Bagaimanapun hancurnya perasaanku aku harus tetap ikut berbahagia.
Dia yang membuatmu jatuh hati, dia adalah teman. Ya temanku. Teman dekat? Bisa jadi. Yang membuat aku semakin sakit adalah kenapa harus dia? Dia yang ku kenal. Setidaknya jika bukan dia aku tidak akan separah ini. Dia bercerita kebahagiaan kalian denganku, aku terpaksa harus menutupi rasa ini padamu. Aku tidak ingin dia tahu. Aku terpaksa tak mengatakan bahwa aku juga mencintaimu. Aku harus dengan terpaksa ikut berbahagia dan tersenyum, namun ini lebih dari sekedar patah hati.
Cukup sampai hari ini, aku tak mau semakin sakit lagi. Aku hanya ingin menitipkan kamu dengan dia, mungkin tuhan benar. Aku tak cukup pantas untuk menjagamu maka tuhan datangkan dia untuk menggantiku. Harusnya dari awal aku tidak sebodoh ini, karena mau aku berjuang sampai matipun kamu tidak akan pernah mencintaiku. Aku hanya sampah di hidupmu, aku hanya pengganggu keseharianmu. Aku bodoh! Aku tolol! Menghabiskan waktu hanya untuk kamu yang sama sekali tak pernah peduli. Jatuh cinta pada orang yang bahkan aku tidak tahu warna matanya. Dan akhirnya, tuhan mengirim dia. Agar aku tersadar dari segala mimpi buruk ini, agar aku bangkit dan melupakan semua tentang kamu.
Terimakasih sekali karena kamu pernah menjadi senyum penyemangat aku setiap pagi. Terimakasih karena kamu yang telah membuat aku mengerti bahwa cinta adalah ikut bahagia walau kamu bukan bahagia karenaku. Ikhlas karena harus melepas kamu dengan teman ku sendiri. Menerima kalau kamu memang tak akan pernah menjadi milikku. Air mata ini mungkin hanya simbol dari rasa luka yang aku rasa. Tapi aku yakin dan memastikan bahwa air mata ini tidak akan terus menerus menangisimu. Cukup sampai di sini. Cukup untuk menanti dan cukup untuk mencintai.
Doa ku selalu untuk kebahagiaanmu, kebahagiaan kalian berdua. Selamat! Semoga penggantimu nanti bisa membuat aku lupa bahwa aku pernah mencintaimu sedalam ini dan pernah patah hati sampai sesakit ini. Terimakasih :)
Entah
Entah apa yang membuat aku sebegitu cinta nya sama kamu.
Entah bagaimana rasa ini masih bertahan untuk waktu yang lama.
Entah kenapa sampai detik inipun, aku masih belum bisa melepas bayanganmu.
Kenyataannya, aku yang begitu cinta namun kamu yang terlihat biasa saja.
Aku yang terlalu berharap namun kamu yang tak mengharap.
Aku yang masih berdiri di tempat yang sama namun kamu sudah lebih dulu berkelana mencari bahagia.
Aku bahagia,
Bahagia dengan cara ku sendiri.
Bahagia walau harus memendam rasa untuk waktu yang lama.
Aku bertahan bukan karena lelah untuk mencari lagi.
Tapi karena kamu yang selalu membuatku percaya, bahwa aku masih memiliki kesempatan untuk bersamamu.
Sejauh ini pun, aku masih belum tahu hal apa yang membuatku begitu mencintaimu.
Satu hal yang pasti adalah senyum mu.
Senyum yang selalu membuat benteng pertahananku untuk melupakanmu runtuh.
Senyum yang selalu membuat aku bahagia karena mencintaimu.
Senyum yang selalu membuatku tersadar bahwa cinta memang ada.
Senyum yang selalu membuatku kembali bangkit ketika aku sudah mulai lelah.
Senyum kamu.
Senyum yang selalu aku tunggu.
Senyum yang selalu menyiksaku disaat aku merindukanmu.
Senyum yang akan selalu aku kenang sekalipun kamu menghilang.
Senyum yang selalu membekas.
Aku hanya meminta kepada tuhan agar kamu tetap menjadi pemilik hatiku.
Agar aku selalu bisa melihat senyum kamu walau senyummu terkadang bukan karenaku.
Kamu yang membuat aku memandang cinta dengan berbeda.
Kamu yang membuat aku mengerti bahwa cinta memang tak harus memiliki.
Aku rasa, memilikimu adalah sebuah kemustahilan.
Dicintai oleh kamu adalah sebuah harapan sia-sia yang tak akan pernah menjadi nyata.
Kamu begitu sempurna, sedangkan aku bukan apa-apa.
Tetaplah menjadi kebahagiaan dalam hidupku.
Tetaplah menjadi kamu yang aku cinta.
Karena aku akan tetap disini, menunggu kamu kembali.
Menunggu kamu mencintai.
Entah bagaimana rasa ini masih bertahan untuk waktu yang lama.
Entah kenapa sampai detik inipun, aku masih belum bisa melepas bayanganmu.
Kenyataannya, aku yang begitu cinta namun kamu yang terlihat biasa saja.
Aku yang terlalu berharap namun kamu yang tak mengharap.
Aku yang masih berdiri di tempat yang sama namun kamu sudah lebih dulu berkelana mencari bahagia.
Aku bahagia,
Bahagia dengan cara ku sendiri.
Bahagia walau harus memendam rasa untuk waktu yang lama.
Aku bertahan bukan karena lelah untuk mencari lagi.
Tapi karena kamu yang selalu membuatku percaya, bahwa aku masih memiliki kesempatan untuk bersamamu.
Sejauh ini pun, aku masih belum tahu hal apa yang membuatku begitu mencintaimu.
Satu hal yang pasti adalah senyum mu.
Senyum yang selalu membuat benteng pertahananku untuk melupakanmu runtuh.
Senyum yang selalu membuat aku bahagia karena mencintaimu.
Senyum yang selalu membuatku tersadar bahwa cinta memang ada.
Senyum yang selalu membuatku kembali bangkit ketika aku sudah mulai lelah.
Senyum kamu.
Senyum yang selalu aku tunggu.
Senyum yang selalu menyiksaku disaat aku merindukanmu.
Senyum yang akan selalu aku kenang sekalipun kamu menghilang.
Senyum yang selalu membekas.
Aku hanya meminta kepada tuhan agar kamu tetap menjadi pemilik hatiku.
Agar aku selalu bisa melihat senyum kamu walau senyummu terkadang bukan karenaku.
Kamu yang membuat aku memandang cinta dengan berbeda.
Kamu yang membuat aku mengerti bahwa cinta memang tak harus memiliki.
Aku rasa, memilikimu adalah sebuah kemustahilan.
Dicintai oleh kamu adalah sebuah harapan sia-sia yang tak akan pernah menjadi nyata.
Kamu begitu sempurna, sedangkan aku bukan apa-apa.
Tetaplah menjadi kebahagiaan dalam hidupku.
Tetaplah menjadi kamu yang aku cinta.
Karena aku akan tetap disini, menunggu kamu kembali.
Menunggu kamu mencintai.
Monday, 11 April 2016
Tujuanku, kamu!
Memang, kita tak pernah menuju tujuan yang sama.
Kita tak pernah mencintai hal yang sama.
Ketika aku sudah lurus kedepan untuk menuju tujuanku yaitu kamu tapi kamu justru sudah berbelok mencari tujuan dan kebahagiaan lain.
Akankah kamu kembali dan mengejarku?
Tapi sayang, aku merasa. Aku sudah terlalu jauh.
Jauh untuk mendapatkan hatimu, jauh untuk merasakan dicintai kamu, dan mungkin jauh dari kamu.
Aku tak pernah mencintai sampai sejauh ini.
Jujur saja, aku lelah berjalan sendiri, aku mau menyerah dan menyelesaikan semuanya.
Bukan karena aku lemah, tapi karena aku sadar aku tak pantas untuk orang sesempurna kamu.
Maukah kamu memberikan aku kesempatan sekali saja untuk membahagiakan kamu?
Maukah kamu memberikan sedikit cinta yang kamu punya untuk aku?
Aku janji, aku akan menjaganya sepenuh hati dan tak akan mengkhianati.
Kalau aku boleh tahu, wanita seperti apa yang kamu cari?
Aku akan berusaha menjadi lebih baik dari wanita yang kamu cari itu.
Menurutmu mengapa aku masih tetap bertahan padahal kamu abaikan? mengapa aku masih tetap nyaman walaupun tak kamu pedulikan? Penasaran? Bukan! Ini ketulusan! Kalau saja aku tahu mencintaimu akan sampai sejauh ini, aku harusnya menjauh dari jauh-jauh hari sebelum sampai sesakit ini.
Yang aku takutkan adalah ketika aku belum sepenuhnya melepaskan tapi kamu sudah mendapatkan yang diinginkan. Ya, mendapatkan kebahagiaan kamu yang lain bersama yang lain pula.
Hal yang paling aku takutkan adalah kamu mencintai orang lain.
Mungkin kamu mengatakan aku berlebihan, tapi kamu tak paham cinta lah yang menyempurnakan.
Aku harus kemana lagi? Pergi pun aku tak akan mungkin.
Aku sudah terlalu jatuh terlalu dalam. Aku sudah terlanjur mencintai. Haruskah aku pergi ketika sudah terlanjur begini?
Apakah kamu sama sekali tak memberi kesempatan?
Jika kamu merasa tak nyaman dengan kehadiranku. Katakan! Jangan diam saja seolah aku tak pernah ada.
Jika kamu menginginkan aku pergi, maka nanti ketika aku sudah tak berdiri lagi disini jangan pernah tanyakan lagi apakah aku masih mencintai.
Karena jawabannya selalu sama, walaupun kamu yang selalu membuat hatiku luka, walaupun kamu yang selalu membuat aku meneteskan airmata.
Kamu selalu sama. Selalu menjadi orang yang aku cinta.
Kamu selalu menjadi yang sempurna. Sempurna dengan kamu yang apa adanya.
Selamat tinggal, aku titip separuh hatiku yang telah kamu lukai ya.
Semoga separuhnya lagi dapat merasakan bahagia, walaupun bukan karena kamu.
Semoga suatu saat nanti kamu paham bagaimana rasanya menjadi aku.
Kita tak pernah mencintai hal yang sama.
Ketika aku sudah lurus kedepan untuk menuju tujuanku yaitu kamu tapi kamu justru sudah berbelok mencari tujuan dan kebahagiaan lain.
Akankah kamu kembali dan mengejarku?
Tapi sayang, aku merasa. Aku sudah terlalu jauh.
Jauh untuk mendapatkan hatimu, jauh untuk merasakan dicintai kamu, dan mungkin jauh dari kamu.
Aku tak pernah mencintai sampai sejauh ini.
Jujur saja, aku lelah berjalan sendiri, aku mau menyerah dan menyelesaikan semuanya.
Bukan karena aku lemah, tapi karena aku sadar aku tak pantas untuk orang sesempurna kamu.
Maukah kamu memberikan aku kesempatan sekali saja untuk membahagiakan kamu?
Maukah kamu memberikan sedikit cinta yang kamu punya untuk aku?
Aku janji, aku akan menjaganya sepenuh hati dan tak akan mengkhianati.
Kalau aku boleh tahu, wanita seperti apa yang kamu cari?
Aku akan berusaha menjadi lebih baik dari wanita yang kamu cari itu.
Menurutmu mengapa aku masih tetap bertahan padahal kamu abaikan? mengapa aku masih tetap nyaman walaupun tak kamu pedulikan? Penasaran? Bukan! Ini ketulusan! Kalau saja aku tahu mencintaimu akan sampai sejauh ini, aku harusnya menjauh dari jauh-jauh hari sebelum sampai sesakit ini.
Yang aku takutkan adalah ketika aku belum sepenuhnya melepaskan tapi kamu sudah mendapatkan yang diinginkan. Ya, mendapatkan kebahagiaan kamu yang lain bersama yang lain pula.
Hal yang paling aku takutkan adalah kamu mencintai orang lain.
Mungkin kamu mengatakan aku berlebihan, tapi kamu tak paham cinta lah yang menyempurnakan.
Aku harus kemana lagi? Pergi pun aku tak akan mungkin.
Aku sudah terlalu jatuh terlalu dalam. Aku sudah terlanjur mencintai. Haruskah aku pergi ketika sudah terlanjur begini?
Apakah kamu sama sekali tak memberi kesempatan?
Jika kamu merasa tak nyaman dengan kehadiranku. Katakan! Jangan diam saja seolah aku tak pernah ada.
Jika kamu menginginkan aku pergi, maka nanti ketika aku sudah tak berdiri lagi disini jangan pernah tanyakan lagi apakah aku masih mencintai.
Karena jawabannya selalu sama, walaupun kamu yang selalu membuat hatiku luka, walaupun kamu yang selalu membuat aku meneteskan airmata.
Kamu selalu sama. Selalu menjadi orang yang aku cinta.
Kamu selalu menjadi yang sempurna. Sempurna dengan kamu yang apa adanya.
Selamat tinggal, aku titip separuh hatiku yang telah kamu lukai ya.
Semoga separuhnya lagi dapat merasakan bahagia, walaupun bukan karena kamu.
Semoga suatu saat nanti kamu paham bagaimana rasanya menjadi aku.
Cinta itu........
Kalian paham apa itu cinta?
Kalian mengerti apa itu cinta sejati?
Aku tidak percaya cinta itu bahagia.
Yang aku tahu cinta itu melukai.
Menurutku cinta itu ketika masih tetap menunggu dia walaupun dia tak pernah menghargai.
Cinta itu ketika kamu masih tetap mempertahankan walau tahu dia tak pernah mengharapkan.
Masih tetap setia walau dia selalu menganggapmu tak ada.
Masih tetap tegar walau dia tak pernah sadar.
Cinta itu menyakitkan bukan?
Bagaimana tidak.
Jika hanya kamu yang berjuang namun dia memperjuangkan hal lain.
Jika kamu selalu mencoba membuat dia tersenyum dan bahagia.
Sedangkan dia selalu membuatmu meneteskan air mata.
Cinta sejati?
Semua hanya mimpi.
Tak ada yang sejati di dunia ini.
Karena sejatinya cinta itu pasti akan pergi.
Apakah kalian tidak lelah?
Apakah kalian tidak ingin pergi dan menyerah?
Apa kalian tidak mau kebebasan?
Mengapa masih saja mencintai padahal dia selalu melukai hati.
Apakah hati kalian masih sanggup jatuh berkali-kali lagi?
Hati kalian sudah cukup patah.
Jangan buat menjadi tidak ada celah.
Kalian juga pantas bahagia.
Lepaskan ketika perjuangan sudah tak dihargai.
Pergi ketika sudah tak dianggap sama sekali.
Tinggalkan ketika dia tak pernah memberi kesempatan.
Tapi, pada kenyataannya pergi itu tidak semudah jatuh hati.
Begitupun aku.
Aku pun pantas untuk bahagia.
Aku tak mungkin menunggumu seumur hidupku.
Tenang saja, aku akan pergi.
Namun secara perlahan-lahan.
Karena aku paham betul, cinta adalah ketika aku berhasil melepaskan dan melihatmu bahagia, karena aku akan turut bahagia walaupun kamu bersama dia.
Walaupun jatuh cinta itu sesakit ini, tapi aku tidak akan pernah takut untuk jatuh cinta lagi.
Karena cinta adalah perasaan yang tak akan pernah bisa aku hindari.
Sekalipun harus jatuh lagi.
Jatuh cinta lagi memang mudah, namun yang sulit adalah jatuh cinta lagi,lagi,lagi dan lagi kepada orang yang sama.
Kalian mengerti apa itu cinta sejati?
Aku tidak percaya cinta itu bahagia.
Yang aku tahu cinta itu melukai.
Menurutku cinta itu ketika masih tetap menunggu dia walaupun dia tak pernah menghargai.
Cinta itu ketika kamu masih tetap mempertahankan walau tahu dia tak pernah mengharapkan.
Masih tetap setia walau dia selalu menganggapmu tak ada.
Masih tetap tegar walau dia tak pernah sadar.
Cinta itu menyakitkan bukan?
Bagaimana tidak.
Jika hanya kamu yang berjuang namun dia memperjuangkan hal lain.
Jika kamu selalu mencoba membuat dia tersenyum dan bahagia.
Sedangkan dia selalu membuatmu meneteskan air mata.
Cinta sejati?
Semua hanya mimpi.
Tak ada yang sejati di dunia ini.
Karena sejatinya cinta itu pasti akan pergi.
Apakah kalian tidak lelah?
Apakah kalian tidak ingin pergi dan menyerah?
Apa kalian tidak mau kebebasan?
Mengapa masih saja mencintai padahal dia selalu melukai hati.
Apakah hati kalian masih sanggup jatuh berkali-kali lagi?
Hati kalian sudah cukup patah.
Jangan buat menjadi tidak ada celah.
Kalian juga pantas bahagia.
Lepaskan ketika perjuangan sudah tak dihargai.
Pergi ketika sudah tak dianggap sama sekali.
Tinggalkan ketika dia tak pernah memberi kesempatan.
Tapi, pada kenyataannya pergi itu tidak semudah jatuh hati.
Begitupun aku.
Aku pun pantas untuk bahagia.
Aku tak mungkin menunggumu seumur hidupku.
Tenang saja, aku akan pergi.
Namun secara perlahan-lahan.
Karena aku paham betul, cinta adalah ketika aku berhasil melepaskan dan melihatmu bahagia, karena aku akan turut bahagia walaupun kamu bersama dia.
Walaupun jatuh cinta itu sesakit ini, tapi aku tidak akan pernah takut untuk jatuh cinta lagi.
Karena cinta adalah perasaan yang tak akan pernah bisa aku hindari.
Sekalipun harus jatuh lagi.
Jatuh cinta lagi memang mudah, namun yang sulit adalah jatuh cinta lagi,lagi,lagi dan lagi kepada orang yang sama.
Wednesday, 10 February 2016
Kangen
2 tahun yang lalu, gue masih inget waktu kita menghabiskan waktu bersama. Setiap pulang sekolah selalu ada acara kita mau main kemana, nge gokil bareng, nge gabut bareng, nge gembel bareng, ketawa sampe ngakak, ngebully orang, ngomongin orang.
Semuanya gue rasain sama kalian. Kalo salah satu dari kita ngajak main pas gaada duit pasti ada aja yang bilang "selaw elah, ayo cabut" yang kadang gue,ayu,caca suka boti naik motor karena caca doang yang ada motor. Yang kadang ada ade,didi,andira,nella yang suka ikut main bareng juga. Entah 2 tahun lalu kayaknya hidup kita banyak main nya daripada belajar barengnya. Apalagi pas kelas 3 gaada takut nya padahal mau un. Inget pas gue telat terus ga boleh masuk sama bu erma akhirnya gue cabut ke mcd pekayon. Eh gatau nya caca sama ayu nyamperin gue karena mereka telat juga. Emang biang telat sih kalian berdua. Yang kadang suka ngibulin orang tua kita bilang mau kemana padahalmah kemana seneng-seneng wkwk. Emang bandel.
Gue gapernah abis mikir, gimana kita dulu. Susah, seneng bareng, ketawa, nangis juga bareng. Saling back up kalo pas main gaada duit. Ada ga ada duit yang penting main. Sampe harus konflik-konflik sama nyokap ayu. Yang paling berkesan sih main sama kalian gue jadi dewasa, dewasa karena selalu jadi pendengar kalo percintaan kalian kandas wkwk. Apalagi yang paling sering sakit hati caca, jangan tanya berapa kali dia nangis karena cinta. Pusing gue ngitungnya. Yang kalo dikasih saran engga didengerin tapi pas sakit hati baru sadar. Terus kita sebagai temennya paling cuma bego-begoin doang. Lah emang bego haha. Inget pas foto di mall pake tab nya didi di depan timezone sampe diliatin banyak orang karena kita rusuh? Asli. Kalian gokil. Yang kalo lagi jalan bareng berasa jalanan punya kita sendiri. Yang kalo karokean kadang suka kode-kode keras wkwk. Ah kangen karoke bareng kalian semuaaaaaa!!!!! Pasti bakal berebutan buat siapa yang nyanyi duluan, dan itu list lagu nya bakal diacak-acak. Masih inget banget lagu andalan nya caca dan ayu yang dance again lagunya jlo dan pitbull, kalo udah mereka yang nyanyi. Gue dan yang lain gabisa ngapa2in. Cuma bisa nunggu! Yap nunggu, kayak gue nunggu doi 3 tahun *eh. Kita suka baper sendiri kalo nyanyi lagu galau. Yang awalnya niat mau main karena mau curhat eh malah jadi ngegila dan akhirnya lupa. Ay,ca inget pas kita nangis di depan bioskop ggp? Itu gara-gara apa yaaa? Malah masih pake baju sekolah ya berasa kita abis diapain wkwk. Kalo lagi ada duit karoke di mall,kalo lagi gaada duit tetep karoke di mall tapi di timezone. Kalo lagi ada duit makan mcd kalo lagi bokek makan mie ayam depan rumah ayu.
Ah, entah gimana lagi gue menceritakan kebahagiaan gue bareng kalian. Kangen kalian jadi cosplay dan gue jadi asisten. Yaelah mager banget wkwk. Yang kalo jalan pasti foto2 yang sering jadi korban pasti hape ayu. Inget ga pas ke fx? Lo sama mantan lo yang anak kecil itu ca, gue sama ayu bawa motor lo. Terus yang ke fx lagi ngasih berkas kalian daftar jadi anggota jkt 48 sama ade dan didi juga kan? Itu yang hape gue kecemplung kloset. Yang di mayasari ngakak dan ngobrol kenceng bgt sampe didi pindah ke depan karena malu sama kita ca. Ah, terlalu banyak kenangan yang sampe gue sendiri aja bingung mau inget yang mana. Oiya yang paling sedih tuh pas gue nganterin lo ke rumah si kacamata sebelumnya kita ngelabrak cewenya kan? Maksud baik tapi dia begitu. Perjuangan banget emang. Udah puas belum flashbacknya? Kalo gue ceritain semua ga bakal ada abisnya.
Oh iya, kalian semua apa kabar sekarang? Ay,ca,nel,di,de,dir? Ga kangen main bareng lagi? Kalian sekarang gaada kabar nih. Jujur, gue kangen banget. Tapi gue paham sih kita gabakal bisa kumpul lengkap kaya dulu lagi. Emang masa nya kita udah abis. Kapan gitu kita kumpul sekali aja buat lepas kangen dan cerita apa yang udah kalian dapet 2 tahun belakangan ini. Gue mau cerita banyak bgttt!!!! maaf mungkin gue gabisa maksa kalian buat kumpul. Tapi gue harus maksa kalian semua baca ini! Dimanapun kalian, gue cuma mau bilang makasih. Karena kalian udah bikin masa sma gue ga monoton. Sehat-sehat terus ya. Jangan lupa sama mimpi yang pernah kita rangkai bareng. Jangan sombong! Gue ngerasa gue gaakan pernah nemuin orang kaya kalian lagi, temen-temen yang selalu ngelengkapin kosongnya gue. Yang selalu gue anggap pacar-pacar gue. Dasar kalian semua "anak kunyuk" inget panggilan itu buat kalian haha. Kalian bukan hanya sekedar teman tapi sahabat! Ya sahabat guys! Thnks for everything. Gue sayang kalian semua pake banget!!!! :*
Semuanya gue rasain sama kalian. Kalo salah satu dari kita ngajak main pas gaada duit pasti ada aja yang bilang "selaw elah, ayo cabut" yang kadang gue,ayu,caca suka boti naik motor karena caca doang yang ada motor. Yang kadang ada ade,didi,andira,nella yang suka ikut main bareng juga. Entah 2 tahun lalu kayaknya hidup kita banyak main nya daripada belajar barengnya. Apalagi pas kelas 3 gaada takut nya padahal mau un. Inget pas gue telat terus ga boleh masuk sama bu erma akhirnya gue cabut ke mcd pekayon. Eh gatau nya caca sama ayu nyamperin gue karena mereka telat juga. Emang biang telat sih kalian berdua. Yang kadang suka ngibulin orang tua kita bilang mau kemana padahalmah kemana seneng-seneng wkwk. Emang bandel.
Gue gapernah abis mikir, gimana kita dulu. Susah, seneng bareng, ketawa, nangis juga bareng. Saling back up kalo pas main gaada duit. Ada ga ada duit yang penting main. Sampe harus konflik-konflik sama nyokap ayu. Yang paling berkesan sih main sama kalian gue jadi dewasa, dewasa karena selalu jadi pendengar kalo percintaan kalian kandas wkwk. Apalagi yang paling sering sakit hati caca, jangan tanya berapa kali dia nangis karena cinta. Pusing gue ngitungnya. Yang kalo dikasih saran engga didengerin tapi pas sakit hati baru sadar. Terus kita sebagai temennya paling cuma bego-begoin doang. Lah emang bego haha. Inget pas foto di mall pake tab nya didi di depan timezone sampe diliatin banyak orang karena kita rusuh? Asli. Kalian gokil. Yang kalo lagi jalan bareng berasa jalanan punya kita sendiri. Yang kalo karokean kadang suka kode-kode keras wkwk. Ah kangen karoke bareng kalian semuaaaaaa!!!!! Pasti bakal berebutan buat siapa yang nyanyi duluan, dan itu list lagu nya bakal diacak-acak. Masih inget banget lagu andalan nya caca dan ayu yang dance again lagunya jlo dan pitbull, kalo udah mereka yang nyanyi. Gue dan yang lain gabisa ngapa2in. Cuma bisa nunggu! Yap nunggu, kayak gue nunggu doi 3 tahun *eh. Kita suka baper sendiri kalo nyanyi lagu galau. Yang awalnya niat mau main karena mau curhat eh malah jadi ngegila dan akhirnya lupa. Ay,ca inget pas kita nangis di depan bioskop ggp? Itu gara-gara apa yaaa? Malah masih pake baju sekolah ya berasa kita abis diapain wkwk. Kalo lagi ada duit karoke di mall,kalo lagi gaada duit tetep karoke di mall tapi di timezone. Kalo lagi ada duit makan mcd kalo lagi bokek makan mie ayam depan rumah ayu.
Ah, entah gimana lagi gue menceritakan kebahagiaan gue bareng kalian. Kangen kalian jadi cosplay dan gue jadi asisten. Yaelah mager banget wkwk. Yang kalo jalan pasti foto2 yang sering jadi korban pasti hape ayu. Inget ga pas ke fx? Lo sama mantan lo yang anak kecil itu ca, gue sama ayu bawa motor lo. Terus yang ke fx lagi ngasih berkas kalian daftar jadi anggota jkt 48 sama ade dan didi juga kan? Itu yang hape gue kecemplung kloset. Yang di mayasari ngakak dan ngobrol kenceng bgt sampe didi pindah ke depan karena malu sama kita ca. Ah, terlalu banyak kenangan yang sampe gue sendiri aja bingung mau inget yang mana. Oiya yang paling sedih tuh pas gue nganterin lo ke rumah si kacamata sebelumnya kita ngelabrak cewenya kan? Maksud baik tapi dia begitu. Perjuangan banget emang. Udah puas belum flashbacknya? Kalo gue ceritain semua ga bakal ada abisnya.
Oh iya, kalian semua apa kabar sekarang? Ay,ca,nel,di,de,dir? Ga kangen main bareng lagi? Kalian sekarang gaada kabar nih. Jujur, gue kangen banget. Tapi gue paham sih kita gabakal bisa kumpul lengkap kaya dulu lagi. Emang masa nya kita udah abis. Kapan gitu kita kumpul sekali aja buat lepas kangen dan cerita apa yang udah kalian dapet 2 tahun belakangan ini. Gue mau cerita banyak bgttt!!!! maaf mungkin gue gabisa maksa kalian buat kumpul. Tapi gue harus maksa kalian semua baca ini! Dimanapun kalian, gue cuma mau bilang makasih. Karena kalian udah bikin masa sma gue ga monoton. Sehat-sehat terus ya. Jangan lupa sama mimpi yang pernah kita rangkai bareng. Jangan sombong! Gue ngerasa gue gaakan pernah nemuin orang kaya kalian lagi, temen-temen yang selalu ngelengkapin kosongnya gue. Yang selalu gue anggap pacar-pacar gue. Dasar kalian semua "anak kunyuk" inget panggilan itu buat kalian haha. Kalian bukan hanya sekedar teman tapi sahabat! Ya sahabat guys! Thnks for everything. Gue sayang kalian semua pake banget!!!! :*
Wednesday, 27 January 2016
Surat untuk kamu
Aku tak pernah mengerti mengapa rasa ini bertahan hingga kini.
Tak tahu apa lagi yang harus kutunggu
Kenyataannya, aku dan kamu tak mungkin bersatu.
Ya, ini salahku
Aku tak pernah paham betul tentang cinta sebelum mengenalmu.
Sekarang, aku tahu kalau cinta itu bodoh.
Bodoh karena bisa bertahan walau sendirian.
Bodoh karena rela sakit hati demi melihatmu bahagia
Bodoh karena hanya bisa mencintai dalam doa dan dalam diam
Entah cinta yang bodoh atau aku yang bodoh
Karena tanpa alasan apapun aku bertahan sampai detik ini
Sudah berapa lama ya aku menunggu di tempat yang sama?
Sepertinya sudah satu tahun lebih.
Aku tak tahu alasan aku menunggu sampai sejauh ini
Yang aku tahu, kamu berbeda
Dimataku kamu sempurna
Sempurna karena bisa membuatku lupa bahwa aku pernah terluka
Sempurna karena bisa membuatku lupa dengan mudah bahwa hatiku pernah patah
Jika kamu tanya alasan mengapa aku mengagumimu sedalam ini
Sungguh, aku tak punya alasan apapun
Kamu mau tahu cerita nya?
Seperti ini............
Satu tahun lalu.
Aku si anak kecil yang baru saja lulus sekolah menengah atas memilih untuk melanjutkan di tempat ku sekarang menimba ilmu
Saat hari pengenalan akademik tiba atau orang-orang biasa menyebutnya ospek, aku sama sekali tidak bersemangat.
Sampai aku bertemu seorang dari jurusan ekonomi bernama ara.
Kami bertemu di klinik kampus.
Dia berkata bahwa kamu membantu dia ketika dia kebingungan mencari teman-teman nya.
Disaat orang lain sibuk dengan urusannya masing-masing
Tapi kamu, begitu peduli hingga membantu dia menemukan barisan teman-teman nya.
Sungguh, kamu membuat aku penasaran bukan main.
Sebelum aku tahu sosok mu, aku sudah begitu mengagumimu.
Walau hanya mendengar cerita dari temanku itu.
Entah kenapa saat dia menyebutkan namamu hatiku berdegup dan saat itu juga aku mengagumimu
Aku mencarimu dan sampai akhirnya kita dipertemukan di tempat yang tak terduga.
Ya, kamu pasti tahu dimana pertama kali kita bertemu
Sebelum aku tahu namamu, aku sudah tertarik padamu
Yang hebatnya lagi, ketika aku tahu namamu ternyata kamu adalah orang yang selama ini aku cari
Dari situ aku mulai mengagumi dan mencari tahu secara lebih rinci tentang sosokmu.
Sampai hari pengenalan akademik berakhir aku mengajakmu foto bersama.
Tapi sayangnya kamu menolak mentah-mentah.
Lucu sekali memang.
Tak terasa sudah satu tahun berlalu aku masih tetap megagumi sosokmu.
Selama ini, aku kira ini hanya rasa kagum yang luar biasa hebat.
Tapi, aku mulai paham bahwa ini lebih dari rasa kagum.
Aku cinta kamu, mas.
Entah bagaimana dengan kamu, aku tak pernah peduli.
Selebihnya, pertemuan-pertemuan kita terjadi begitu indah.
kamu lah salah satu alasan aku untuk bangun tiap pagi dan bergegas pergi ke kampus.
Senyummu lah yang selalu aku tunggu setiap hari.
Tatapan matamu selalu membuat aku tak berkutik ketika memandangmu.
Setiap bertemu kamu aku selalu menundukkan kepalaku.
Aku takut mata kita bertemu.
Sungguh, aku malu.
Tapi setelah itu aku berteriak dan meloncat bahagia.
Berlebihan memang.
Kamu bisa tanyakan hal itu kepada teman-temanku.
Kamu yang membuat aku tersadar bahwa memang betul cinta tak harus memiliki.
Kamu mengajari aku menyebut namamu dalam setiap doa ku.
Kamu yang mengajariku bertahan sendirian.
Kamu juga yang mengajarkanku bahwa mengagumimu adalah salah satu keindahan.
Entah siapapun pasanganmu nanti, yang pasti aku selalu bahagia jika kamu bahagia.
Tak ingin munafik, aku pun sempat bermimpi aku lah yang menjadi pasanganmu.
Aku, kamu, kita
Bahagia.
Ketika saatnya tiba.
Entah bahagia karena bersama
Atau bahagia bersama karena memiliki pasangan masing-masing.
Yang jelas, kamu terlalu sempurna.
Untukku.
Sakit memang jika ternyata kamu bukan tulang rusukku.
Tapi setidaknya, kelak aku bisa menceritakan cerita dan bahagiaku ini kepada pasanganku dan ke anak cucuku nanti.
Bercerita bahwa aku pernah bahagia karena menunggu.
Pernah jatuh cinta sedalam-dalamnya walau dalam diam.
Pernah bertahan untuk seseorang yang bahkan tak menganggap ada.
Mungkin hati ku memang perih saat ini.
Tapi aku percaya pasti nanti akan pulih kembali
Asal kamu tahu, mas. Bahwa kamu adalah orang ke dua yang ingin aku bahagiakan setelah ibu ku.
Sekali lagi, aku cinta kamu.
Your biggest fans,
Psm.
Surat untukmu, my nobita.
Tak tahu apa lagi yang harus kutunggu
Kenyataannya, aku dan kamu tak mungkin bersatu.
Ya, ini salahku
Aku tak pernah paham betul tentang cinta sebelum mengenalmu.
Sekarang, aku tahu kalau cinta itu bodoh.
Bodoh karena bisa bertahan walau sendirian.
Bodoh karena rela sakit hati demi melihatmu bahagia
Bodoh karena hanya bisa mencintai dalam doa dan dalam diam
Entah cinta yang bodoh atau aku yang bodoh
Karena tanpa alasan apapun aku bertahan sampai detik ini
Sudah berapa lama ya aku menunggu di tempat yang sama?
Sepertinya sudah satu tahun lebih.
Aku tak tahu alasan aku menunggu sampai sejauh ini
Yang aku tahu, kamu berbeda
Dimataku kamu sempurna
Sempurna karena bisa membuatku lupa bahwa aku pernah terluka
Sempurna karena bisa membuatku lupa dengan mudah bahwa hatiku pernah patah
Jika kamu tanya alasan mengapa aku mengagumimu sedalam ini
Sungguh, aku tak punya alasan apapun
Kamu mau tahu cerita nya?
Seperti ini............
Satu tahun lalu.
Aku si anak kecil yang baru saja lulus sekolah menengah atas memilih untuk melanjutkan di tempat ku sekarang menimba ilmu
Saat hari pengenalan akademik tiba atau orang-orang biasa menyebutnya ospek, aku sama sekali tidak bersemangat.
Sampai aku bertemu seorang dari jurusan ekonomi bernama ara.
Kami bertemu di klinik kampus.
Dia berkata bahwa kamu membantu dia ketika dia kebingungan mencari teman-teman nya.
Disaat orang lain sibuk dengan urusannya masing-masing
Tapi kamu, begitu peduli hingga membantu dia menemukan barisan teman-teman nya.
Sungguh, kamu membuat aku penasaran bukan main.
Sebelum aku tahu sosok mu, aku sudah begitu mengagumimu.
Walau hanya mendengar cerita dari temanku itu.
Entah kenapa saat dia menyebutkan namamu hatiku berdegup dan saat itu juga aku mengagumimu
Aku mencarimu dan sampai akhirnya kita dipertemukan di tempat yang tak terduga.
Ya, kamu pasti tahu dimana pertama kali kita bertemu
Sebelum aku tahu namamu, aku sudah tertarik padamu
Yang hebatnya lagi, ketika aku tahu namamu ternyata kamu adalah orang yang selama ini aku cari
Dari situ aku mulai mengagumi dan mencari tahu secara lebih rinci tentang sosokmu.
Sampai hari pengenalan akademik berakhir aku mengajakmu foto bersama.
Tapi sayangnya kamu menolak mentah-mentah.
Lucu sekali memang.
Tak terasa sudah satu tahun berlalu aku masih tetap megagumi sosokmu.
Selama ini, aku kira ini hanya rasa kagum yang luar biasa hebat.
Tapi, aku mulai paham bahwa ini lebih dari rasa kagum.
Aku cinta kamu, mas.
Entah bagaimana dengan kamu, aku tak pernah peduli.
Selebihnya, pertemuan-pertemuan kita terjadi begitu indah.
kamu lah salah satu alasan aku untuk bangun tiap pagi dan bergegas pergi ke kampus.
Senyummu lah yang selalu aku tunggu setiap hari.
Tatapan matamu selalu membuat aku tak berkutik ketika memandangmu.
Setiap bertemu kamu aku selalu menundukkan kepalaku.
Aku takut mata kita bertemu.
Sungguh, aku malu.
Tapi setelah itu aku berteriak dan meloncat bahagia.
Berlebihan memang.
Kamu bisa tanyakan hal itu kepada teman-temanku.
Kamu yang membuat aku tersadar bahwa memang betul cinta tak harus memiliki.
Kamu mengajari aku menyebut namamu dalam setiap doa ku.
Kamu yang mengajariku bertahan sendirian.
Kamu juga yang mengajarkanku bahwa mengagumimu adalah salah satu keindahan.
Entah siapapun pasanganmu nanti, yang pasti aku selalu bahagia jika kamu bahagia.
Tak ingin munafik, aku pun sempat bermimpi aku lah yang menjadi pasanganmu.
Aku, kamu, kita
Bahagia.
Ketika saatnya tiba.
Entah bahagia karena bersama
Atau bahagia bersama karena memiliki pasangan masing-masing.
Yang jelas, kamu terlalu sempurna.
Untukku.
Sakit memang jika ternyata kamu bukan tulang rusukku.
Tapi setidaknya, kelak aku bisa menceritakan cerita dan bahagiaku ini kepada pasanganku dan ke anak cucuku nanti.
Bercerita bahwa aku pernah bahagia karena menunggu.
Pernah jatuh cinta sedalam-dalamnya walau dalam diam.
Pernah bertahan untuk seseorang yang bahkan tak menganggap ada.
Mungkin hati ku memang perih saat ini.
Tapi aku percaya pasti nanti akan pulih kembali
Asal kamu tahu, mas. Bahwa kamu adalah orang ke dua yang ingin aku bahagiakan setelah ibu ku.
Sekali lagi, aku cinta kamu.
Your biggest fans,
Psm.
Surat untukmu, my nobita.
Thursday, 21 January 2016
Masih ingin sendiri
Mungkin sebagian orang mengira aku tak bisa melupakan mantan.
Hanya saja,mereka salah. Karena aku belum bisa melupakan kenangan.
Bukan karena dia terlalu indah.
Tapi karena pengkhianatan yang dia beri begitu berbekas.
Mudah bagi orang lain mengatakan aku harus kembali menemui cinta ku yang baru.
Tanpa kalian sadari, lukaku masih terlalu dalam.
Kalian mungkin tidak paham bagaimana aku harus menanggung rasa sakitnya sendiri.
Menanggung luka ku sendiri.
Ini tak semudah yang kalian kira.
Bukan aku tak percaya cinta lagi.
Dan bukan aku tak ingin berhubungan lagi.
Tapi, aku masih butuh waktu untuk sendiri.
Aku bisa saja membuka hati lagi.
Sayangnya, aku tak ingin luka yang perlahan aku tutup kembali terbuka dengan luka yang baru.
Aku mencoba memperbaiki diri.
Membenarkan hati.
Agar tetap kuat walau disakiti berkali-kali.
Tapi, luka yang kamu beri begitu menyakitkan.
Kamu yang dulu aku perjuangkan.
Kamu yang selalu aku pertahankan.
Teganya membuka ruang sehingga membiarkan orang lain masuk.
Kamu tergoda karena dia lebih punya segalanya.
Kamu pergi bersamanya karena dia bisa memberi apapun yang kamu mau.
Jadi laki-laki sepertimu mudah dibeli dengan uang?
Untung saja aku cepat tersadar.
Kalau kamu ingat, siapa orang yang menemani disaat kamu kehilangan orang yang paling kamu sayangi.
Apa kamu ingat siapa yang selalu mendukung dan setia berada disampingmu ketika orang-orang pergi meninggalkanmu.
Siapa yang selalu siap dan sigap menampung keluh kesahmu tanpa kamu tahu keluh kesahku.
Siapa yang selalu jadi pendengar yang baik untukmu?
Siapa yang selalu sabar ketika kamu bohongi?
Siapa yang selalu mempertahankan agar hubungan kita tetap baik-baik saja.
Aku yang memperjuangkan aku juga yang kesakitan.
Sampai pada akhirnya kamu pergi.
Pergi karena sebuah alasan "hutang budi"
Hutang budi karena dia banyak memberi.
Tapi tenyata materi lebih mudah kau lihat daripada hati.
Kamu bilang kamu dan dia hanya pura-pura.
Bodohnya aku dengan mudah percaya.
Bodohnya aku yang tak membuka mata.
Karena aku masih sayang kamu, aku terima semuanya.
Hingga kepura-puraan itu menjadi nyata.
Nyata dan membuatku kecewa.
Kecewa membuat luka.
Mungkin lukaku sekarang akan menjadi penyesalanmu kelak.
Apa yang kamu rasa nanti akan lebih pedih dari apa yang aku rasa saat ini.
Semoga kamu tidak berpura-pura bahagia bersamanya.
Semoga kamu tidak menutupi topeng busukmu di hadapan nya.
Sebagaimana kamu menggunakan topeng terbaikmu di hadapan ku.
Mungkin aku memang kecewa, tapi akhirnya aku bahagia.
Bahagia karena aku telah dilepaskan dari orang yang tak tahu terimakasih.
Suatu saat nanti, ketika aku menemukan orang baru.
Orang yang mampu menggantimu.
Aku harap kamu jangan pernah kembali lagi.
Yang pastinya orang itu lebih indah dan bukan sampah sepertimu.
Memang benar, sampah akan tahu kemana dia kembali. Ya,ke tempat penampungan.
Semoga kalian berbahagia sampah-sampahku.
Psm.
Hanya saja,mereka salah. Karena aku belum bisa melupakan kenangan.
Bukan karena dia terlalu indah.
Tapi karena pengkhianatan yang dia beri begitu berbekas.
Mudah bagi orang lain mengatakan aku harus kembali menemui cinta ku yang baru.
Tanpa kalian sadari, lukaku masih terlalu dalam.
Kalian mungkin tidak paham bagaimana aku harus menanggung rasa sakitnya sendiri.
Menanggung luka ku sendiri.
Ini tak semudah yang kalian kira.
Bukan aku tak percaya cinta lagi.
Dan bukan aku tak ingin berhubungan lagi.
Tapi, aku masih butuh waktu untuk sendiri.
Aku bisa saja membuka hati lagi.
Sayangnya, aku tak ingin luka yang perlahan aku tutup kembali terbuka dengan luka yang baru.
Aku mencoba memperbaiki diri.
Membenarkan hati.
Agar tetap kuat walau disakiti berkali-kali.
Tapi, luka yang kamu beri begitu menyakitkan.
Kamu yang dulu aku perjuangkan.
Kamu yang selalu aku pertahankan.
Teganya membuka ruang sehingga membiarkan orang lain masuk.
Kamu tergoda karena dia lebih punya segalanya.
Kamu pergi bersamanya karena dia bisa memberi apapun yang kamu mau.
Jadi laki-laki sepertimu mudah dibeli dengan uang?
Untung saja aku cepat tersadar.
Kalau kamu ingat, siapa orang yang menemani disaat kamu kehilangan orang yang paling kamu sayangi.
Apa kamu ingat siapa yang selalu mendukung dan setia berada disampingmu ketika orang-orang pergi meninggalkanmu.
Siapa yang selalu siap dan sigap menampung keluh kesahmu tanpa kamu tahu keluh kesahku.
Siapa yang selalu jadi pendengar yang baik untukmu?
Siapa yang selalu sabar ketika kamu bohongi?
Siapa yang selalu mempertahankan agar hubungan kita tetap baik-baik saja.
Aku yang memperjuangkan aku juga yang kesakitan.
Sampai pada akhirnya kamu pergi.
Pergi karena sebuah alasan "hutang budi"
Hutang budi karena dia banyak memberi.
Tapi tenyata materi lebih mudah kau lihat daripada hati.
Kamu bilang kamu dan dia hanya pura-pura.
Bodohnya aku dengan mudah percaya.
Bodohnya aku yang tak membuka mata.
Karena aku masih sayang kamu, aku terima semuanya.
Hingga kepura-puraan itu menjadi nyata.
Nyata dan membuatku kecewa.
Kecewa membuat luka.
Mungkin lukaku sekarang akan menjadi penyesalanmu kelak.
Apa yang kamu rasa nanti akan lebih pedih dari apa yang aku rasa saat ini.
Semoga kamu tidak berpura-pura bahagia bersamanya.
Semoga kamu tidak menutupi topeng busukmu di hadapan nya.
Sebagaimana kamu menggunakan topeng terbaikmu di hadapan ku.
Mungkin aku memang kecewa, tapi akhirnya aku bahagia.
Bahagia karena aku telah dilepaskan dari orang yang tak tahu terimakasih.
Suatu saat nanti, ketika aku menemukan orang baru.
Orang yang mampu menggantimu.
Aku harap kamu jangan pernah kembali lagi.
Yang pastinya orang itu lebih indah dan bukan sampah sepertimu.
Memang benar, sampah akan tahu kemana dia kembali. Ya,ke tempat penampungan.
Semoga kalian berbahagia sampah-sampahku.
Psm.
Subscribe to:
Posts (Atom)
