Memang, kita tak pernah menuju tujuan yang sama.
Kita tak pernah mencintai hal yang sama.
Ketika aku sudah lurus kedepan untuk menuju tujuanku yaitu kamu tapi kamu justru sudah berbelok mencari tujuan dan kebahagiaan lain.
Akankah kamu kembali dan mengejarku?
Tapi sayang, aku merasa. Aku sudah terlalu jauh.
Jauh untuk mendapatkan hatimu, jauh untuk merasakan dicintai kamu, dan mungkin jauh dari kamu.
Aku tak pernah mencintai sampai sejauh ini.
Jujur saja, aku lelah berjalan sendiri, aku mau menyerah dan menyelesaikan semuanya.
Bukan karena aku lemah, tapi karena aku sadar aku tak pantas untuk orang sesempurna kamu.
Maukah kamu memberikan aku kesempatan sekali saja untuk membahagiakan kamu?
Maukah kamu memberikan sedikit cinta yang kamu punya untuk aku?
Aku janji, aku akan menjaganya sepenuh hati dan tak akan mengkhianati.
Kalau aku boleh tahu, wanita seperti apa yang kamu cari?
Aku akan berusaha menjadi lebih baik dari wanita yang kamu cari itu.
Menurutmu mengapa aku masih tetap bertahan padahal kamu abaikan? mengapa aku masih tetap nyaman walaupun tak kamu pedulikan? Penasaran? Bukan! Ini ketulusan! Kalau saja aku tahu mencintaimu akan sampai sejauh ini, aku harusnya menjauh dari jauh-jauh hari sebelum sampai sesakit ini.
Yang aku takutkan adalah ketika aku belum sepenuhnya melepaskan tapi kamu sudah mendapatkan yang diinginkan. Ya, mendapatkan kebahagiaan kamu yang lain bersama yang lain pula.
Hal yang paling aku takutkan adalah kamu mencintai orang lain.
Mungkin kamu mengatakan aku berlebihan, tapi kamu tak paham cinta lah yang menyempurnakan.
Aku harus kemana lagi? Pergi pun aku tak akan mungkin.
Aku sudah terlalu jatuh terlalu dalam. Aku sudah terlanjur mencintai. Haruskah aku pergi ketika sudah terlanjur begini?
Apakah kamu sama sekali tak memberi kesempatan?
Jika kamu merasa tak nyaman dengan kehadiranku. Katakan! Jangan diam saja seolah aku tak pernah ada.
Jika kamu menginginkan aku pergi, maka nanti ketika aku sudah tak berdiri lagi disini jangan pernah tanyakan lagi apakah aku masih mencintai.
Karena jawabannya selalu sama, walaupun kamu yang selalu membuat hatiku luka, walaupun kamu yang selalu membuat aku meneteskan airmata.
Kamu selalu sama. Selalu menjadi orang yang aku cinta.
Kamu selalu menjadi yang sempurna. Sempurna dengan kamu yang apa adanya.
Selamat tinggal, aku titip separuh hatiku yang telah kamu lukai ya.
Semoga separuhnya lagi dapat merasakan bahagia, walaupun bukan karena kamu.
Semoga suatu saat nanti kamu paham bagaimana rasanya menjadi aku.

No comments:
Post a Comment