Wednesday, 27 January 2016

Surat untuk kamu

Aku tak pernah mengerti mengapa rasa ini bertahan hingga kini.
Tak tahu apa lagi yang harus kutunggu
Kenyataannya, aku dan kamu tak mungkin bersatu.
Ya, ini salahku
Aku tak pernah paham betul tentang cinta sebelum mengenalmu.
Sekarang, aku tahu kalau cinta itu bodoh.
Bodoh karena bisa bertahan walau sendirian.
Bodoh karena rela sakit hati demi melihatmu bahagia
Bodoh karena hanya bisa mencintai dalam doa dan dalam diam
Entah cinta yang bodoh atau aku yang bodoh
Karena tanpa alasan apapun aku bertahan sampai detik ini
Sudah berapa lama ya aku menunggu di tempat yang sama?
Sepertinya sudah satu tahun lebih.
Aku tak tahu alasan aku menunggu sampai sejauh ini
Yang aku tahu, kamu berbeda
Dimataku kamu sempurna
Sempurna karena bisa membuatku lupa bahwa aku pernah terluka
Sempurna karena bisa membuatku lupa dengan mudah bahwa hatiku pernah patah

Jika kamu tanya alasan mengapa aku mengagumimu sedalam ini
Sungguh, aku tak punya alasan apapun
Kamu mau tahu cerita nya?
Seperti ini............
Satu tahun lalu.
Aku si anak kecil yang baru saja lulus sekolah menengah atas memilih untuk melanjutkan di tempat ku sekarang menimba ilmu
Saat hari pengenalan akademik tiba atau orang-orang biasa menyebutnya ospek, aku sama sekali tidak bersemangat.
Sampai aku bertemu seorang dari jurusan ekonomi bernama ara.
Kami bertemu di klinik kampus.
Dia berkata bahwa kamu membantu dia ketika dia kebingungan mencari teman-teman nya.
Disaat orang lain sibuk dengan urusannya masing-masing
Tapi kamu, begitu peduli hingga membantu dia menemukan barisan teman-teman nya.
Sungguh, kamu membuat aku penasaran bukan main.
Sebelum aku tahu sosok mu, aku sudah begitu mengagumimu.
Walau hanya mendengar cerita dari temanku itu.
Entah kenapa saat dia menyebutkan namamu hatiku berdegup dan saat itu juga aku mengagumimu
Aku mencarimu dan sampai akhirnya kita dipertemukan di tempat yang tak terduga.
Ya, kamu pasti tahu dimana pertama kali kita bertemu
Sebelum aku tahu namamu, aku sudah tertarik padamu
Yang hebatnya lagi, ketika aku tahu namamu ternyata kamu adalah orang yang selama ini aku cari
Dari situ aku mulai mengagumi dan mencari tahu secara lebih rinci tentang sosokmu.
Sampai hari pengenalan akademik berakhir aku mengajakmu foto bersama.
Tapi sayangnya kamu menolak mentah-mentah.
Lucu sekali memang.
Tak terasa sudah satu tahun berlalu aku masih tetap megagumi sosokmu.
Selama ini, aku kira ini hanya rasa kagum yang luar biasa hebat.
Tapi, aku mulai paham bahwa ini lebih dari rasa kagum.
Aku cinta kamu, mas.
Entah bagaimana dengan kamu, aku tak pernah peduli.
Selebihnya, pertemuan-pertemuan kita terjadi begitu indah.
kamu lah salah satu alasan aku untuk bangun tiap pagi dan bergegas pergi ke kampus.
Senyummu lah yang selalu aku tunggu setiap hari.
Tatapan matamu selalu membuat aku tak berkutik ketika memandangmu.
Setiap bertemu kamu aku selalu menundukkan kepalaku.
Aku takut mata kita bertemu.
Sungguh, aku malu.
Tapi setelah itu aku berteriak dan meloncat bahagia.
Berlebihan memang.
Kamu bisa tanyakan hal itu kepada teman-temanku.
Kamu yang membuat aku tersadar bahwa memang betul cinta tak harus memiliki.
Kamu mengajari aku menyebut namamu dalam setiap doa ku.
Kamu yang mengajariku bertahan sendirian.
Kamu juga yang mengajarkanku bahwa mengagumimu adalah salah satu keindahan.
Entah siapapun pasanganmu nanti, yang pasti aku selalu bahagia jika kamu bahagia.
Tak ingin munafik, aku pun sempat bermimpi aku lah yang menjadi pasanganmu.
Aku, kamu, kita
Bahagia.
Ketika saatnya tiba.
Entah bahagia karena bersama
Atau bahagia bersama karena memiliki pasangan masing-masing.
Yang jelas, kamu terlalu sempurna.
Untukku.
Sakit memang jika ternyata kamu bukan tulang rusukku.
Tapi setidaknya, kelak aku bisa menceritakan cerita dan bahagiaku ini kepada pasanganku dan ke anak cucuku nanti.
Bercerita bahwa aku pernah bahagia karena menunggu.
Pernah jatuh cinta sedalam-dalamnya walau dalam diam.
Pernah bertahan untuk seseorang yang bahkan tak menganggap ada.
Mungkin hati ku memang perih saat ini.
Tapi aku percaya pasti nanti akan pulih kembali
Asal kamu tahu, mas. Bahwa kamu adalah orang ke dua yang ingin aku bahagiakan setelah ibu ku.

Sekali lagi, aku cinta kamu.








Your biggest fans,


Psm.




Surat untukmu, my nobita.

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
You never know if you never try.