Friday, 26 December 2014

pemilik hatiku

Aku paham dengan posisiku saat ini,aku yang hanya dapat mengagumi mu dari jauh. Aku yang hanya dapat melihat senyum dan matamu dari jauh. Yang jadi masalah nya adalah aku pengecut,aku sudah menyerah sebelum berjuang. Bukan karena aku tak ingin memperjuangkan,tapi karena kamu terlalu sempurna untukku sehingga aku merasa tak pantas untukmu.

Aku tahu,sekeras apapun aku berjuang,sehebat apapun aku bertahan. Hasilnya sama,kamu tak akan pernah aku miliki. Jangan buat aku semakin cinta,karena aku akan semakin terluka. Jika kamu ingin pergi,pergilah dari sekarang. Karena aku tak akan sanggup menahan luka lebih lama lagi. Atau aku saja yang pergi,karena aku yang tiba-tiba mencintaimu tanpa alasan jadi aku bisa pergi pula tanpa alasan. Aku tak paham dengan apa itu jatuh cinta sebenarnya,yang aku tahu cinta itu tak harus memiliki.

Kamu sang pemilik senyum termanis yang pernah aku lihat,kamu sang pemilik relung hatiku. Kamu yang dengan seenaknya membuat aku jatuh cinta dan membuat aku terjatuh. Kamu yang selalu buat aku mengeluarkan airmata yang sama sekali tak pantas aku keluarkan. Apa jatuh hati padamu harus sesakit ini? Apa aku tak bisa hanya ingin menggenggam tangan dan merasakan pelukanmu? Apa aku tak bisa merasakan bagaimana rasanya dicintai olehmu? Mengapa tuhan ciptakan rasa jika kita tak bisa bersama? Ataukah kamu seseorang yang diciptakan tuhan untuk membuatku berkorban lebih jauh lagi,menangis lebih keras lagi dan terluka lebih dalam lagi? Kamu yang namanya selalu aku sebut dalam tiap doaku.

Kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku harapkan. Sekuat apapun aku berdiri dengan kedua kakiku,semampu aku mencoba berkata "aku baik-baik saja" tetap kamu yang membuat airmata ku jatuh. Tetap kamu yang selalu aku cinta,tetap kamu yang membuat aku lupa dengan kenyataan. Kamu itu salah satu ciptaan tuhan yang entah diciptakan untuk siapa,namun aku selalu dan akan terus berharap jika kamu diciptakan untukku. Mungkin bukan sekarang. jatuh cinta dan bahagia itu sederhana,sesederhana aku melihat senyummu walau bukan karena ku,sesederhana kamu membuat aku tak peduli sekelilingku ketika kamu lewat dihadapanku. Sesederhana senyum yang pernah kau lontarkan untukku. tolong jangan buat aku bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang aku dimatamu. Terlihat atau tidak,jangan pernah menyuruhku untuk melupakanmu,karena kamu harus tahu aku tak akan pernah bisa melupakanmu. Biarkan saja aku bertahan dengan rasa ini karena aku sudah terbiasa bertahan sendirian. Tapi aku akan selalu percaya kalau kamu memang ditakdirkan menjadi tulang rusukku. Menjadi pendampingku.
Suatu saat nanti............

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
You never know if you never try.